Jelang Musim Hujan, BNPB Kebut Bersihkan Sisa Karhutla Demi Cegah Banjir Bandang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi. (Foto: BNPB)

Jelang Musim Hujan, BNPB Kebut Bersihkan Sisa Karhutla Demi Cegah Banjir Bandang

Lukman Diah Sari • 23 October 2026 14:24

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, menginstruksikan jajarannya untuk segera membersihkan sisa material kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah mitigasi ini untuk mengantisipasi potensi bencana banjir bandang dan tanah longsor menjelang musim penghujan.

"Sebagai langkah lanjutan menjelang pergeseran musim menuju penghujan pada pertengahan November, satgas gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan seperti banjir bandang dan tanah longsor," ujar Kristomei dalam rilis BNPB, Jumat, 23 Oktober 2026.

Kristomei secara khusus memerintahkan petugas untuk mengevakuasi sisa kayu terbakar di sepanjang aliran sungai kawasan pegunungan. Tujuannya agar material tersebut tidak menyumbat arus air saat curah hujan meningkat, yang berisiko memicu banjir bandang ke wilayah hilir.

Selain itu, BNPB terus menginventarisasi kebutuhan tambahan dari setiap pemerintah daerah demi memastikan logistik penanganan bencana tercukupi.

Prediksi Musim Hujan BMKG

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan datangnya musim hujan 2026/2027 di Indonesia lebih lambat dari kondisi normal. Hal ini dipicu oleh fenomena iklim global El Nino berkekuatan sangat kuat serta anomali *Indian Ocean Dipole* (IOD) positif. El Nino sendiri diprediksi masih akan bertahan hingga awal 2027, sehingga memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah.

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com.

Meski sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki puncak awal musim hujan pada November hingga Desember 2026, BMKG mencatat terdapat 63 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 7,6 persen wilayah yang mulai diguyur hujan pada Oktober ini.

Berikut adalah sebaran wilayah yang mulai memasuki awal musim hujan pada Oktober 2026:
  • Sebagian Sumatra
  • Sebagian Jawa Barat
  • Sebagian Kalimantan
  • Sebagian Sulawesi Barat dan sebagian kecil Sulawesi Tengah
  • Sebagian Maluku Utara
  • Sebagian Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, serta bagian timur Papua Tengah.
BMKG menegaskan bahwa awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara serentak, melainkan sangat bergantung pada kondisi dinamika iklim di masing-masing wilayah Zona Musim.

(Lukman Diah Sari)