Dua WNI Alami Luka Ringan Akibat Serangan yang Diarahkan ke Arab Saudi

Serangan drone yang berhasil dihalau oleh Arab Saudi. Foto: Anadolu

Dua WNI Alami Luka Ringan Akibat Serangan yang Diarahkan ke Arab Saudi

Fajar Nugraha • 14 October 2026 05:53

Riyadh: Perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi usai serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, menyebutkan bahwa kerajaan mengaktifkan sistem peringatan dini nasional dan dua warga negara Indonesia (WNI) diketahui terluka.

Kedutaaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi mengeluarkan pantauan perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi, Selasa, 13 Oktober 2026 pascaserangkaian serangan yang disampaikan sebagai berikut:

Pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 21.00 waktu setempat, Pertahanan Sipil Arab Saudi (Civil Defense) telah mengaktifkan sistem peringatan dini nasional di Riyadh menyusul adanya potensi ancaman serangan udara.

Pada pukul 21.10 waktu setempat, Otoritas mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu dan status dinyatakan aman kembali. Sementara itu, Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman juga melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh.

Sementara pada 13 Oktober 2026 pukul 15.03 waktu setempat, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) mengutip pernyataan Juru Bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki bahwa tiga pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) telah berhasil dicegat dan dilumpuhkan di utara Riyadh.

Berdasarkan Notice to Air Men (NOTAM), penutupan Bandara Internasional King Khalid diperpanjang sampai dengan 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Dalam rangka pelindungan dan memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban dalam serangkaian serangan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh pada Selasa, 13 Oktober 2026, telah kembali mendatangi dua Rumah Sakit di Riyadh yaitu Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua Rumah Sakit tersebut, tidak ada korban Warga Negara Indonesia,” sebut pernyataan pihak KBRI dalam keterangan tertulisnya.

“Sebelumnya, pada Senin 12 Okt 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh juga telah mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta informasi mengenai ada atau tidaknya korban WNI,” imbuh pernyataan itu.

“Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Selasa 13 Oktober 2026 telah menyampaikan informasi resmi bahwa terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan pada 11 Oktober 2026 dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh,” ucap pihak KBRI.

Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh tetap memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi dan mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Arab Saudi agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan, mematuhi arahan otoritas setempat serta terus memonitor informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

WNI di Arab Saudi kembali diimbau untuk tidak mengambil foto, merekam, menyebarkan atau membagikan informasi terkait penangkisan serta lokasi jatuhnya rudal dan drone. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan pembatasan terkait pengambilan dan penyebaran foto atau video kejadian, penyebutan atau penyebaran lokasi kejadian dan penyebaran informasi yang beredar di media sosial.

Pelanggaran terhadap pembatasan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh tetap beroperasi dan akan terus memberikan pelayanan kepada Warga Negara Indonesia. Layanan hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh dapat diakses di Nomor +966 569173990.

(Fajar Nugraha)