Houthi Bertekad Akan Terus Serang Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi

Houthi mengancam akan melanjutkan serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi. (Anadolu Agency)

Houthi Bertekad Akan Terus Serang Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi

Willy Haryono • 14 October 2026 18:18

Riyadh: Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman bertekad akan terus menyerang bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi dalam beberapa hari ke depan, setelah mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di kerajaan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, 14 Oktober 2026, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya telah melakukan operasi militer yang menargetkan fasilitas Aramco di Dhahran, Provinsi Timur Arab Saudi, kilang Aramco di Riyadh, serta Bandara Internasional King Khalid.

Mengutip dari Anadolu Agency, Saree mengatakan Houthi akan melanjutkan operasi terhadap bandara dan fasilitas minyak Saudi dalam beberapa hari mendatang. Ia juga memperingatkan kerajaan tersebut akan menghadapi “konsekuensi serius."

Ia meminta perusahaan pelayaran internasional dan para pekerja di bandara serta fasilitas yang menjadi sasaran untuk menjauhi lokasi tersebut. Houthi menyatakan lokasi-lokasi itu sebagai “target yang sah” bagi kelompok tersebut.

Pernyataan Houthi muncul ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Riyadh.

Peringatan bahaya juga diaktifkan di ibu kota Saudi dan wilayah Al-Kharj yang berdekatan. Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mengumumkan bahwa situasi telah aman.

Sejumlah saksi melaporkan mendengar empat ledakan di Riyadh setelah peringatan tersebut diaktifkan.

Sebelumnya, otoritas Arab Saudi mengatakan empat orang terluka dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan pada Selasa setelah puing-puing dari dua rudal jelajah yang berhasil dicegat jatuh di Riyadh.

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk melawan Houthi sejak 2015. Kelompok tersebut telah menguasai Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya sejak 2014.

Eskalasi saat ini dimulai pada Juli setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 runtuh.

Baca juga: Konflik Saudi–Houthi Memanas, Serangan Asimetris Sasar Fasilitas Strategis dan Bandara

(Willy Haryono)