Prabowo: Satgas PKH Serahkan Rp52 Triliun dalam 2 Tahun

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV.

Prabowo: Satgas PKH Serahkan Rp52 Triliun dalam 2 Tahun

Siti Yona Hukmana • 6 October 2026 17:05

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyebut Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menyerahkan Rp52 triliun hasil dari penyelamatan keuangan negara. Angka itu akumulasi dari delapan kali penyerahan dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung. Prabowo menyebut Satgas PKH yang terdiri dari 12 institusi telah bekerja keras bersama-sama dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara.

"Acara seperti ini sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp52 triliun. Rp52 triliun sekitar USD3 miliar yang kita selamatkan dalam dua tahun," kata Prabowo dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan Rp13,2 triliun kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Metro TV.

Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras Satgas PKH. Ia mengerti dan paham tantangan yang dihadapi Satgas PKH tidak ringan, selalu ada perlawanan saat setiap kali ada pemerintah Indonesia mau menertibkan, melawan korupsi, melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, dan melawan perampokan kekayaan negara.  

"Perlawanan itu datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi, menikmati kecurangan, pencurian dan perampokan kekayaan negara," ujar Prabowo.

Satgas PKH menyerahkan denda administratif dan penyelematan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 kepada negara di Gedung Kejagung, Selasa, 6 Oktober 2026. Selain uang, Satgas PKH menyerahkan penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare.

Adapun, kegiatan ini dihadiri Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

(Siti Yona Hukmana)