OKI dan Negara Arab Kecam Dugaan Serangan Drone Houthi di Madinah

Ilustrasi Anadolu

OKI dan Negara Arab Kecam Dugaan Serangan Drone Houthi di Madinah

Muhammad Reyhansyah • 2 October 2026 11:16

Madinah: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan sejumlah negara Arab mengecam serangan drone terhadap gardu distribusi listrik di Madinah, Arab Saudi, yang oleh koalisi pimpinan Riyadh dikaitkan dengan kelompok Houthi.

Kecaman tersebut disampaikan OKI bersama Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Kuwait, dan Bahrain pada Kamis, 1 Oktober 2026, setelah Arab Saudi mengatakan Gardu Distribusi Listrik Taiba menjadi sasaran serangan.

Fasilitas tersebut memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.

Sekretariat Jenderal OKI mengatakan pihaknya “mengecam dan mengutuk keras” serangan tersebut.

“Penargetan infrastruktur dan fasilitas vital di Madinah sebagai 'eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian situs-situs suci', serta pelanggaran terhadap hukum dan norma internasional dan kemanusiaan,” kata organisasi tersebut, dikutip dari Anadolu.

OKI menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi atas langkah-langkah yang diambil untuk melindungi wilayah, keamanan, dan stabilitas negara, mempertahankan situs-situs suci Islam, serta melindungi warga dan penduduk.

UEA juga menyatakan serangan drone tersebut merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman terhadap keamanan dan stabilitasnya”.

Abu Dhabi menegaskan kembali solidaritas penuh kepada Riyadh serta dukungan terhadap langkah-langkah yang ditujukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Yordania turut mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kedaulatan Arab Saudi serta ancaman terhadap keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah kerajaan.

Amman juga menyebut serangan tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Fuad Majali menegaskan “solidaritas mutlak” negaranya kepada Arab Saudi serta dukungan terhadap langkah-langkah untuk melindungi kerajaan, institusi, warga, dan penduduknya.

Negara Teluk Dukung Saudi

Kuwait mengatakan penargetan fasilitas listrik yang melayani Masjid Nabawi merupakan bagian dari apa yang disebutnya sebagai serangkaian serangan bermusuhan terhadap infrastruktur sipil.

“Serangan semacam itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi, hukum internasional dan hukum humaniter internasional, sekaligus memprovokasi perasaan umat Muslim di seluruh dunia dan mengancam kesucian situs-situs suci Islam,” kata Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Kuwait kembali menegaskan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan mengatakan keamanan kerajaan tidak terpisahkan dari keamanan Kuwait serta negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya.

Bahrain mengecam “serangan berkelanjutan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi”.

Manama menyatakan dukungan kepada Riyadh atas langkah-langkah untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan berdasarkan hak Arab Saudi untuk membela diri.

Bahrain juga menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil sikap tegas terhadap serangkaian serangan Houthi dan memastikan penerapan resolusi terkait, termasuk Resolusi 2216 tahun 2015 dan Resolusi 2817 tahun 2026.


Saudi Klaim Houthi Terlibat

Sebelumnya pada Kamis, koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan serangan drone yang mereka kaitkan dengan Houthi menargetkan gardu distribusi listrik di Madinah.

Juru bicara koalisi Mayjen Turki al-Maliki mengatakan serangan terjadi pada Selasa dini hari dan menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi, tetapi tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan.

Al-Maliki mengatakan hasil penyelidikan, data operasional, dan pemeriksaan puing-puing drone “membuktikan keterlibatan milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan ini”.

Ia menuduh kelompok tersebut menargetkan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi dan menyebut serangan itu sebagai bagian dari apa yang diklaimnya sebagai upaya berulang untuk menargetkan Dua Masjid Suci.

Hingga pukul 18.45 GMT, Houthi belum memberikan tanggapan atas pernyataan koalisi tersebut.

Pada 15 September, koalisi juga mengatakan pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang dikaitkan dengan Houthi di selatan Makkah sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terbatas kota tersebut.

(Fajar Nugraha)