Putin: Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir jika Kaliningrad Diserang

Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Viory

Putin: Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir jika Kaliningrad Diserang

Muhammad Reyhansyah • 2 October 2026 13:55

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow siap menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, jika wilayah Kaliningrad atau wilayah Rusia lainnya diserang secara langsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam Valdai Forum di Moskow, Kamis, 1 Oktober 2026, ketika dia memperingatkan negara-negara Barat agar tidak meningkatkan ketegangan terkait perang di Ukraina.

“Jika sampai terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia, dalam hal ini kita berbicara tentang Kaliningrad, dan mungkin juga wilayah lainnya maka persoalan penggunaan seluruh senjata yang dimiliki negara kita oleh Federasi Rusia tentu akan segera dan tak terhindarkan masuk dalam agenda,” kata Putin, dikutip dari India Today.

“Ini tidak terhindarkan,” tambah Putin.

Putin mengatakan, Rusia tidak memiliki rencana menyerang negara-negara Eropa dan ingin hidup berdampingan secara damai. Namun, dia menegaskan Moskow akan menggunakan seluruh persenjataannya jika wilayah Rusia diserang secara langsung.

Kaliningrad merupakan wilayah paling barat Rusia yang terletak di antara Polandia dan Lithuania, dua negara anggota NATO. Wilayah tersebut juga memiliki konsentrasi militer yang tinggi.

Putin mengatakan, Rusia memahami bahwa NATO memiliki kekuatan sekitar dua kali lebih besar dibandingkan Rusia dan akan mengandalkan keunggulan militernya jika terjadi konfrontasi.

Ia juga menyinggung kemampuan nuklir Prancis dan Inggris. Menurut Putin, Rusia menyadari kemampuan tersebut, tetapi tetap memiliki persenjataan yang memberinya “keunggulan kompetitif”.

Pernyataan Putin muncul setelah NATO mengatakan menerima nota diplomatik dari Moskow yang memperingatkan bahwa Rusia siap menggunakan senjata nuklir jika aliansi tersebut berupaya memutus akses ke Kaliningrad.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan aliansi tersebut telah memberikan respons dengan menegaskan bahwa NATO bersifat defensif dan ancaman penggunaan senjata nuklir tidak membantu.

Putin Peringatkan Titik Tanpa Balik

Hubungan Rusia dan negara-negara Barat tetap tegang sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Pemerintah negara-negara Eropa juga menuduh Rusia meningkatkan apa yang mereka sebut sebagai “perang hibrida”, termasuk dugaan sabotase dan pembakaran.

Moskow membantah tuduhan tersebut serta menolak klaim bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan terhadap negara anggota NATO.

Putin memperingatkan eskalasi yang terus meningkat dapat mencapai titik ketika situasi tidak lagi dapat dikembalikan.

“Kita harus menyadari bahwa saat ketika tidak ada lagi yang dapat diubah mungkin datang dengan sangat cepat dan tidak terduga bagi semua orang,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa langkah-langkah pembalasan yang semakin keras dapat membawa situasi menuju “titik fatal tanpa jalan kembali”.

Putin mengatakan negara-negara besar di dunia memiliki senjata yang mampu menyebabkan kehancuran besar dan menyerukan pemerintah menghindari situasi yang memungkinkan senjata tersebut digunakan.

(Fajar Nugraha)