Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid. Foto: Anadolu
Oposisi Israel Sebut Pemilu AS Tutup Peluang Netanyahu Pimpin Pemerintahan
Muhammad Reyhansyah • 4 November 2026 21:32
Tel Aviv: Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyatakan hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menutup peluang pembentukan pemerintahan persatuan nasional yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam unggahan di platform X, Rabu, 4 November 2026, Lapid mengaitkan hasil pemilu AS dengan perkembangan politik di Israel. Ia menyebut hasil tersebut membawa konsekuensi tak terduga bagi peluang Netanyahu memimpin pemerintahan persatuan nasional.
“Hasil pemilu Amerika pagi ini membawa konsekuensi tak terduga: menghilangkan segala kemungkinan terbentuknya pemerintahan persatuan yang dipimpin Netanyahu,” tulis Lapid, dikutip dari Anadolu.
Ia juga memperingatkan bahwa keberlanjutan kepemimpinan Netanyahu dapat membahayakan keamanan dan demokrasi Israel, sekaligus merusak posisi internasional negara tersebut.
“Israel tidak bisa membiarkannya tetap menjabat sebagai perdana menteri,” kata Lapid.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres AS dalam pemilu sela. Hasil tersebut menjadi kemunduran bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik.
Trump diketahui memberikan dukungan kepada Netanyahu, yang masa depan politiknya menjadi perdebatan di tengah upaya pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.
Dalam pemilu Israel, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi di Knesset yang memiliki total 120 kursi. Sementara itu, partai-partai oposisi Yahudi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab memperoleh 19 kursi.