Perluas Akses Tes Genetik, Kemenkes Integrasikan 9 Rumah Sakit

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Perluas Akses Tes Genetik, Kemenkes Integrasikan 9 Rumah Sakit

Gabriella Thesa Widiari • 3 November 2026 11:37

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memperluas akses layanan pemeriksaan genetik untuk mendeteksi berbagai penyakit kronis dan langka secara dini. Upaya tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik ke Balai Besar Biomedis dan Genomika (BB Binomika) sebagai unit pelaksana laboratorium biomedis serta analisis genomika.

“Kalau rumah sakit di vertikal di Kementerian Kesehatan sudah sembilan rumah sakit, 86 (klinik) satelit sudah bekerja sama dengan BB Genomika ini,” kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di wilayah Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2026.

Dante menjelaskan, pemanfaatan teknologi biomedis dan genomika memiliki peran penting dalam mengidentifikasi berbagai gangguan kesehatan kompleks sejak dini. 

“Dengan layanan ini banyak sekali penyakit yang bisa kita identifikasi. Misalnya diabetes usia muda, itu kita bisa identifikasi di BB Genomika. Kemudian apa kasus-kasus yang rare disease, itu bisa juga dideteksi di BB Genomika,” terang Dante.

Selain mendeteksi penyakit degeneratif dan kelainan langka, layanan BB Binomika diarahkan untuk menekan angka kasus kelainan darah bawaan di Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah mengentaskan penyakit thalasemia melalui pemeriksaan rutin secara menyeluruh.

“Kita kita berharap kita bisa bebas dari thalasemia. Kira-kira bisa (tuntas secara) radikalnya thalasemia dengan melakukan pemeriksaan rutin thalasemia,” ujar Dante.

Selain itu, Kemenkes berkomitmen menekan biaya operasional laboratorium melalui kemitraan strategis bersama BB Binomika. Langkah ini diambil agar tarif pengujian genetik di masyarakat menjadi jauh lebih terjangkau.

“Cuman kan ini biayanya mahal. Jadi dengan pemeriksaan di BB Genomika, ini akan menjadi murah,” tutur Dante.


Ilustrasi cek darah. Foto: dok. Antara. 

Di samping efisiensi biaya, Kemenkes menekankan pentingnya faktor keandalan dan kecepatan hasil pemeriksaan laboratorium dalam menjaga psikologis pasien. Dante meminta seluruh laboratorium di bawah naungan Kemenkes untuk terus meningkatkan kapabilitas standar akurasi tes maupun pelayanan pelanggan.

“Di dalam layanan diagnostik pasien menunggu dengan cemas hasil laboratoriumnya, kemudian pasien juga membutuhkan keakuratan. Dan saya minta untuk meningkatkan kapabilitas keakuratan ini di tingkat laboratorium Kementerian Kesehatan dan di secara nasional,” ucap Dante.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)