Bayang Longsor Sampah Bantargebang Mengintai Warga Sumur Batu

Gunungan sampah kian dekat dengan rumah-rumah warga Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Bayang Longsor Sampah Bantargebang Mengintai Warga Sumur Batu

Gabriella Thesa Widiari • 29 October 2026 18:25

Jakarta: Ancaman bencana longsor kian menghantui warga yang bermukim di sekitar kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi. Sejumlah warga dan pekerja setempat mengkhawatirkan pergerakan gunungan sampah yang lokasinya kian berdempetan dengan pemukiman padat.

“Jaraknya ini enggak ada 100 meter dari rumah warga, paling berapa meter dari sini ke sini palingan? Sekitar 20 meter. Ya seharusnya kan 100 sampai 200 meter tuh enggak ada rumah warga di atas TPA, jadi kalau longsor kan kita enggak tahu waktu malam apa siang,” ujar Hasan di Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Kamis, 29 Oktober 2026.

Jarak antara tumpukan sampah yang menjulang tinggi dengan pemukiman warga kini sudah berada di luar batas aman. Hasan menceritakan rapuhnya pembatas fisik kawasan pengolahan sampah yang membuat posisi hunian warga kian terancam.

Kekhawatiran serupa diungkapkan Apong yang menilai aktivitas pemulung di zona pembuangan aktif makin berisiko tinggi. Pria berusia 40 tahun itu menyebut potensi longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu memaksa pengelola membatasi area kerja para pemulung demi mencegah korban jiwa.

“Sekarang pemulung banyak dilarang enggak bisa di sini, enggak bisa di sini, karena takutnya rawan longsor,” ujar Apong.


Penampakan gunungan sampah dari rumah warga. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Bagi warga setempat, ancaman longsor fisik berpadu dengan rasa waswas yang terus membayangi kehidupan mereka sehari-hari. Salah seorang warga bernama Indah menceritakan kondisi rumahnya yang berdiri tepat di garis batas rawan bencana tersebut.

“Baru pindah ke daerah itu sekitar tiga tahun lalu. Ya memang dekat sekali sama tumpukan,” ujar Indah.

(Gabriella Thesa Widiari)