Sirekap KPU Dikritik, Dicurigai jadi Alat Rekayasa

Ilustrasi sistem KPU/MI

Sirekap KPU Dikritik, Dicurigai jadi Alat Rekayasa

Theofilus Ifan Sucipto • 17 February 2024 15:29

Jakarta: Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikritik. Sebab, sistem itu tak jelas menghitung suara.

"Sirekap itu penting tapi kelihatannya tidak keren-keren amat. In jangan-jangan alat rekayasa," kata Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 17 Februari 2024.

Dia heran Sirekap KPU bermasalah, karena sistem serupa digarap sejak 2014. Tujuannya, memublikasikan penghitungan cepat.

"Jadi ini bukan hal baru tapi setelah jalan terus kok jadinya begini?" ujar mantan Komisioner KPU itu.
 

Baca: Penghitungan Manual Berjenjang Dinilai Dapat Mengungkap Hasil Pemilu Sebenarnya

Di sisi lain, dia mengajak seluruh pihak terus mengawasi Sirekap. Sehingga, hasil pemilu memiliki legitimasi yang tinggi.

"Kita harus periksa betul dan kejar supaya mereka merapikan (Sirekap) karena itu bahan untuk rekapitulasi manual. Kalau bahannya kotor, rekap manual resmi itu juga tidak resmi," tutur dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)