Ilustrasi. Foto: dok MI.
Dolar AS Hari Ini Menguat, Cek Kurs Euro hingga Yen
Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 08:06
New York: Mata uang dolar AS menguat pada perdagangan akhir Rabu waktu setempat. Indeks dolar, yang mengukur nilai mata uang AS tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,4 persen menjadi 102,242 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).
Melansir Xinhua, Kamis, 8 Oktober 2026, pada perdagangan akhir di New York, nilai tukar euro turun menjadi 1,1199 dolar dari 1,1261 dolar pada sesi sebelumnya. Sementara pound Inggris turun menjadi 1,3219 dolar dari 1,3277 dolar pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada level 157,96 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan 158,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,833 franc Swiss dari 0,8313 franc Swiss, serta naik menjadi 1,4256 dolar Kanada dari 1,4209 dolar Kanada. Dolar AS juga menguat menjadi 9,9992 krona Swedia dari 9,9861 krona Swedia.

Ilustrasi mata uang Euro. Foto: Magnific.
Wall Street tertekan
Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) acuan menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun.
Melansir Xinhua, Kamis, 8 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 341,41 poin, atau 0,66 persen, menjadi 51.179,87. Indeks S&P 500 kehilangan 17,16 poin, atau 0,22 persen, menjadi 7.801,77. Indeks Komposit Nasdaq turun 61,20 poin, atau 0,22 persen, menjadi 27.538,69.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor industri dan material memimpin penurunan masing-masing sebesar 2,14 persen dan 1,53 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan dan barang konsumsi diskresioner memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,15 persen.
Imbal hasil Treasury AS sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun sebelum melandai setelah lelang yang kuat. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun mencapai level tertinggi 5,368 persen, tertinggi sejak 2002, namun berakhir di kisaran 5,29 persen. Imbal hasil tenor 30 tahun mencapai rekor tertinggi baru dalam 24 tahun sebelum turun kembali ke kisaran 5,67 persen pada akhir perdagangan.