7 October 2026 12:42
Bank Indonesia (BI) menegaskan akan menjaga kestabilan rupiah dengan melakukan intervensi di pasar spot. Porsi intervensi BI di pasar spot kini sekitar 30 persen dari total intervensi valuta asing.
BI menegaskan perubahan komposisi intervensi valuta asing bukan berarti bank sentral mengurangi komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Jangan pernah punya kesimpulan atau bacaan BI akan mengurangi intervensi spot. Kami tetap berkomitmen menjaga stabilitas dengan bauran intervensi kita," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Erwin Gunawan Hutapea, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.
Erwin menyebut intervensi di pasar spot tetap dilakukan. Namun BI akan memanfaatkan instrumen lain, seperti domestic non-deliverable forward (DNDF) dan non-deliverable forward (NDF). Pengembangan instrumen DNDF dan NDF dinilai dapat membuat operasi moneter lebih efektif sekaligus lebih efisien jika dibandingkan intervensi melalui pasar spot.