Lokasi serangan Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina. Foto: Anadolu
Korban Tewas Serangan Rusia di Zaporizhzhia Bertambah Jadi 42 Orang
Fajar Nugraha • 5 November 2026 18:24
Zaporizhzhia: Jumlah korban tewas akibat serangan Rusia terhadap sebuah pusat bantuan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, awal pekan ini telah meningkat menjadi 42 orang.
Dinas Layanan Darurat Negara Ukraina menyatakan bahwa tim penyelamat telah menyisir reruntuhan di Komyshuvakha selama empat hari berturut-turut.
"Setiap langkah memerlukan kehati-hatian ekstra dan tindakan yang sangat terkoordinasi," tulis badan tersebut melalui platform Telegram, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 5 November 2026.
Mykhailo Semikin, pelaksana tugas kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia, mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut dan mengatakan bahwa operasi pencarian terus berlangsung "di bawah kondisi yang sangat sulit."
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Senin bahwa serangan Rusia menggunakan bom udara telah menyasar sebuah sekolah di Komyshuvakha yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan.
"Setelah serangan bom udara pertama, terjadi serangan susulan dengan sembilan bom lagi, yang secara khusus menargetkan tempat perlindungan di mana orang-orang sedang berlindung," ujar Zelensky melalui platform media sosial X.
Ia menuduh Moskow tidak berupaya meredakan ketegangan di tengah perang yang telah berlangsung selama empat tahun di Ukraina.
Pihak berwenang Rusia belum memberikan komentar terkait serangan tersebut.
Pada hari Rabu, kepolisian daerah menyatakan bahwa 59 orang masih terdaftar sebagai orang hilang, meskipun beberapa di antaranya kemungkinan termasuk di antara mereka yang jenazahnya telah ditemukan.
"Sebanyak 38 orang mungkin masih terjebak di bawah reruntuhan," kata pihak kepolisian.
Beberapa jenazah tidak dapat diidentifikasi secara visual, sehingga memerlukan spesialis untuk mengumpulkan sampel biologis guna keperluan identifikasi melalui tes DNA, tambah kepolisian.