BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Semeru ke Malang dan Blitar

Gunung Semeru erupsi disertai luncuran APG sejauh 3,5 km ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu (18/7/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Semeru ke Malang dan Blitar

Lukman Diah Sari • 13 October 2026 09:24

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pemantauan sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026. Hasilnya, sebagian besar sebaran abu vulkanik terpantau nihil, kecuali dari aktivitas Gunung Semeru.

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada 13 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono tidak terdeteksi.

"Gunung Semeru teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar," tulis keterangan resmi BMKG.


Sebaran debu vulkanik 13 Oktober 2026. (BMKG) 

BMKG memprakirakan cuaca di sekitar gunung api yang dipantau bervariasi, mulai dari cerah berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan. Khusus di wilayah sekitar Gunung Semeru, cuaca diprakirakan diselimuti asap pada malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah setempat.

Dampak Bahaya Abu Vulkanik

BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait bahaya paparan abu vulkanik bagi kehidupan sehari-hari, meliputi:
  • Dampak Kesehatan: Paparan debu vulkanik dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi memperburuk keadaan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mengancam keselamatan berkendara. Partikel abu juga berpotensi merusak mesin, mengganggu navigasi, hingga memicu penundaan maupun penghentian operasional angkutan darat, laut, dan udara.

(Lukman Diah Sari)