Dinkes Pekanbaru ketika membagikan masker gratis kepada masyarakat untuk perlindungan diri dari kabut asap. ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Dinkes Pekanbaru Bagikan 100 Ribu Masker
Lukman Diah Sari • 14 October 2026 13:44
Pekanbaru: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, telah mendistribusikan 100.000 masker untuk melindungi warga dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masker tersebut dapat diambil secara gratis oleh masyarakat melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat.
Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, memastikan persediaan masker untuk masyarakat masih sangat mencukupi. Saat ini, masih terdapat sekitar 75.000 lembar masker yang tersimpan aman di gudang Dinkes Pekanbaru.
"Selain stok yang tersedia di gudang, kita juga telah mendistribusikan hampir 100.000 masker gratis kepada masyarakat. Distribusi masker tersebut turut dilakukan melalui 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru," kata Hazli di Pekanbaru, Rabu, 14 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini tercatat 11.707 warga Pekanbaru mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.816 pasien terdiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain ISPA, warga juga datang dengan keluhan lain, meliputi asma (892 kasus), iritasi kulit (498 kasus), dan iritasi mata atau konjungtivitis (328 kasus). Merespons eskalasi ini, Dinkes Pekanbaru terus menyiagakan fasilitas dan tenaga medis untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
"Puskesmas tetap memberikan pelayanan hingga pukul 21.00 WIB. Khusus Sabtu dan Minggu, layanan puskesmas juga direncanakan buka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kabut asap," ungkap dia.
Hazli menambahkan, Dinkes Pekanbaru juga telah meningkatkan sistem layanan rujukan bagi masyarakat penderita ISPA parah yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
"Masyarakat diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila ada keluhan, agar mendapatkan penanganan medis yang sesuai," jelas Hazli.