Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Riau. (MI/RK)
Imbas Kabut Asap Karhutla, 11.707 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA
Rudi Kurniawansyah • 14 October 2026 11:02
Pekanbaru: Kasus gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, terus bertambah. Hingga 10 Oktober 2026, tercatat 11.707 warga mengalami keluhan kesehatan dengan mayoritas mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga iritasi kulit dan mata.
"Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, Rabu, 14 Oktober 2026.
Hazli menjelaskan, angka tersebut merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, atau bertepatan dengan ditetapkannya status siaga darurat kebakaran lahan di Pekanbaru. Data ini dihimpun dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di wilayah tersebut.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru melalui Dinkes terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan medis. Salah satunya dengan menggencarkan promosi kesehatan melalui 21 puskesmas. Petugas kesehatan secara masif mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada level buruk.
"Kalaupun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," tegas Hazli.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi rumah demi membatasi paparan polusi udara, terutama bagi kelompok rentan di dalam keluarga. Dinkes Pekanbaru juga melakukan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Hazli memastikan ketersediaan masker saat ini masih sangat mencukupi, dan warga bisa mendapatkannya secara cuma-cuma di puskesmas terdekat.

Kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Riau. (MI/RK)
Pemkot Pekanbaru turut mengajak perusahaan dan korporasi untuk berpartisipasi menyalurkan bantuan masker melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan dapat diserahkan melalui pemerintah daerah ataupun didistribusikan langsung kepada warga.
Di sisi lain, fasilitas pelayanan kesehatan terus disiagakan penuh. Seluruh puskesmas telah dilengkapi dengan ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan medis untuk penanganan ISPA. Waktu operasional pelayanan di puskesmas juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB setiap harinya, termasuk tetap buka pada hari Sabtu dan Minggu.
"Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi kabut asap dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis," pungkasnya.