Jawab Tantangan Global, Kolaborasi Indonesia-Singapura Perlu Diperkuat

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

Jawab Tantangan Global, Kolaborasi Indonesia-Singapura Perlu Diperkuat

Arga Sumantri • 9 October 2026 21:37

Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya penguatan kolaborasi Indonesia–Singapura dalam menjawab tantangan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ibas menilai, hubungan Indonesia dan Singapura sangat strategis dalam hal stabilitas kawasan, perdagangan, investasi, ketahanan energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam diskusi bersama para akademisi dan peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Ibas menilai RSIS memiliki peran penting sebagai salah satu pusat kajian strategis yang mempertemukan perspektif akademik dengan perkembangan geopolitik dan kebijakan di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia tidak bisa membangun masa depannya sendirian. Kita membutuhkan kerja sama dengan Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memperkuat ketahanan kawasan, membuka peluang ekonomi, dan menjawab tantangan yang semakin kompleks. Kita harus bergerak maju bersama," kata Ibas dalam keterangan terulis, Jumat, 9 Oktober 2026.

Indonesia dan Singapura Perlu Memperkuat Kolaborasi Regional

Ibas menegaskan tantangan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari dinamika global. Persaingan antarkawasan, ketidakpastian perdagangan, perubahan harga energi, gangguan rantai pasok, dan persaingan kekuatan besar dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan kepentingan strategis negara-negara ASEAN.

Dalam situasi tersebut, Indonesia perlu terus memperkuat kemitraan dengan Singapura dan negara-negara kawasan lainnya. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui investasi, perdagangan, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, riset, teknologi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.

Ibas juga menilai penguatan kerja sama Indonesia–Singapura memiliki relevansi yang lebih luas bagi ASEAN. Menurut dia, kedua negara dapat berkontribusi dalam menjaga ruang strategis kawasan dan memperkuat ASEAN Centrality di tengah perubahan konstelasi geopolitik dan ekonomi global.

Ibas juga menilai, perguruan tinggi dan lembaga riset seperti RSIS memiliki peran penting dalam membantu para pemangku kebijakan memahami perubahan global secara lebih mendalam. Riset yang berkualitas dapat membantu pemerintah mengidentifikasi risiko, menguji pilihan kebijakan, dan merumuskan strategi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Kita membutuhkan riset yang mendalam, perencanaan yang matang, dan eksekusi yang disiplin. Kebijakan yang baik harus didukung data dan analisis yang kuat, tetapi pada akhirnya juga harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ungkapnya.

Ia berharap hubungan antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda Indonesia dengan mitra di Singapura dapat terus diperkuat. Dengan begitu, menghasilkan pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kerja sama yang berkelanjutan.

Diskusi bersama para akademisi dan peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Istimewa.

Generasi Muda Bagian dari Solusi

Ibas menyoroti pentingnya membangun keterlibatan generasi muda dalam kehidupan publik, kebijakan, dan pembangunan nasional. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak ringan. Mereka menghadapi persaingan dunia kerja, biaya hidup, perubahan teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan cara masyarakat mengakses informasi.

Menurut dia, dibutuhkan pendekatan yang mampu menjembatani aspirasi generasi muda dengan proses pengambilan keputusan publik. Politik dan kebijakan publik perlu hadir sebagai instrumen untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, membuka kesempatan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

Ibas mendorong generasi muda untuk terus belajar, membangun kapasitas, berani berinovasi, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Ia juga menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan, program pengembangan kompetensi, dan peluang beasiswa bagi talenta Indonesia.

"Masa depan Indonesia bukan hanya tentang apa yang dapat dilakukan pemerintah hari ini, tetapi juga tentang kesempatan yang kita siapkan bagi generasi yang akan melanjutkan perjalanan bangsa," tegas dia.

(Arga Sumantri)