Polisi Polandia Tangkap Pria yang Diduga Berencana Bunuh PM Donald Tusk

PM Polandia Donald Tusk. (Anadolu Agency)

Polisi Polandia Tangkap Pria yang Diduga Berencana Bunuh PM Donald Tusk

Muhammad Reyhansyah • 12 October 2026 12:50

Warsawa: Polisi Polandia menangkap seorang pria berusia 60-an tahun yang diduga merencanakan serangan terhadap Perdana Menteri Donald Tusk dan Menteri Pertahanan Wladyslaw Kosiniak-Kamysz. 

Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski kepada stasiun televisi publik TVP Info, Minggu, 11 Oktober 2026, penangkapan dilakukan di wilayah Lower Silesia, Polandia barat daya.

Kementerian Dalam Negeri Polandia mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk menggeledah rumah tersangka. Juru bicara kementerian, Karolina Galecka, mengatakan informasi mengenai pria itu akan diverifikasi oleh kepolisian.

Tusk sebelumnya mengumumkan penangkapan tersebut melalui platform X. 

"Pria yang mengancam akan melakukan serangan telah ditahan," tulisnya, sembari memuji tindakan cepat dan tegas kepolisian, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin, 12 Oktober 2026.

Kierwinski mengatakan aparat berhasil mengidentifikasi tersangka melalui analisis mendalam terhadap konten yang diunggah di internet. Menurut dia, polisi juga tengah memeriksa kontak dan aktivitas daring pria tersebut.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya menyatakan Tusk dan Kosiniak-Kamysz kemungkinan menjadi sasaran upaya pembunuhan. 

Galecka mengatakan polisi menerima peringatan dari Dinas Perlindungan Negara (SOP) setelah muncul laporan mengenai potensi ancaman terhadap perdana menteri dan menteri pertahanan.

Perwakilan kepolisian, SOP, dan Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia menggelar pertemuan pada Minggu untuk membahas kasus tersebut.

Juru bicara koordinator layanan khusus, Jacek Dobrzynski, menegaskan aparat menangani ancaman itu dengan serius. 

"Kami memperlakukan perkara ini dengan sangat serius," katanya kepada wartawan.

Dobrzynski menyebut ancaman terhadap pejabat Polandia semakin sering terjadi. Namun, dalam kasus ini, ia mengatakan terdapat "kemungkinan besar" ancaman tersebut dapat diwujudkan.

Polandia Tingkatkan Kewaspadaan

Polandia, yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa, berada dalam status kewaspadaan tinggi setelah serangkaian insiden penusukan selama sepekan terakhir. Pada Kamis, Tusk mengecam fenomena tersebut sebagai "kultus kekerasan."

Pada Minggu, kepolisian melaporkan hampir 64.000 institusi telah diperiksa dan 117 orang ditahan menyusul insiden kekerasan di lingkungan sekolah.

Pada September, badan intelijen Polandia menangkap seorang remaja berusia 17 tahun yang bersimpati pada ideologi Nazi dan dicurigai merencanakan serangan terhadap sebuah sekolah dan masjid. Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia kemudian menyatakan dua anak di bawah umur lainnya turut ditahan terkait kasus tersebut.

Warsawa, yang menjadi sekutu kuat Ukraina sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022, berulang kali memperingatkan adanya sabotase Rusia dan perang hibrida di wilayah Polandia. Moskow menolak tuduhan tersebut.

Meski demikian, Kierwinski mengatakan keterlibatan pihak asing dalam dugaan rencana pembunuhan terbaru itu belum dapat dipastikan.

"Pada tahap ini, mungkin terlalu dini untuk menyatakan bahwa ada kemungkinan keterlibatan pihak asing," ujarnya kepada TVP Info.

Ia menambahkan, "Kasus ini lebih mengarah pada seorang pria dari kelompok yang sangat radikal, yang menjalin hubungan sangat radikal melalui internet dengan berbagai orang."

Baca juga: Polandia Selidiki Dugaan Upaya Pembunuhan terhadap PM Donald Tusk

(Willy Haryono)