Karhutla di TN Berbak Sembilang Belum Padam Meski Diguyur Hujan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. (Metro TV/ Heru Kristiaji)

Karhutla di TN Berbak Sembilang Belum Padam Meski Diguyur Hujan

Metro TV • 26 October 2026 07:52

Jambi: Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi belum mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Intensitas hujan yang masih rendah membuat petugas gabungan terus berupaya memadamkan api.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jambi, Darmadi, mengatakan hujan mulai terjadi pada dasarian III Oktober 2026. Meski demikian, curah hujan saat ini masih berada pada kategori ringan hingga sedang.

“Sudah terjadi di dasarian III Oktober 2026. Masih kategori hujan kecil, hujan sedang, nanti puncaknya terjadi Desember 2026,” ujar Darmadi di Jambi, Senin, 26 Oktober 2026. 


Ia menjelaskan, hujan yang turun juga berpotensi disertai angin. Namun, kecepatan angin diprakirakan masih dalam kategori sedang.

“Saat terjadi hujan akan terjadi angin, tetapi kecepatan anginnya masih kategori sedang,” kata Darmadi.

Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi membantu membasahi permukaan tanah dan mengurangi kepekatan kabut asap sejak Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, hujan belum merata di seluruh wilayah terdampak karhutla.


Hujan di Kota Jambi. (Metro TV/ Heru Kristiaji)


Di tengah turunnya hujan, kualitas udara di Jambi juga masih perlu diwaspadai. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat berada di angka 110, yang masuk kategori tidak sehat.

Hujan ringan juga terpantau turun di sejumlah kabupaten, termasuk di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang. Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk memadamkan api yang masih membakar kawasan hutan dan lahan.

Petugas gabungan yang terdiri atas Satgas Penanggulangan Karhutla Jambi, Manggala Agni, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berjibaku melakukan pemadaman di tengah gerimis. Petugas berupaya mengendalikan api agar kebakaran segera padam dan tidak meluas ke area lainnya. (Heru Kristiaji)

(Silvana Febiari)