Ilustrasi. (NASA)
Fenomena Hunter's Moon 26 Oktober, Ini Waktu Terbaik Melihatnya!
Lukman Diah Sari • 23 October 2026 09:52
Jakarta: Pernahkah Sobat Metrotvnews.com mendengar istilah Hunter's Moon? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hunter's Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul tepat setelah Harvest Moon.
"Nama ini berasal dari tradisi masyarakat di belahan bumi utara dan dikaitkan dengan waktu berburu sebagai persiapan menghadapi musim dingin," kata BMKG dalam akun resmi, Jumat, 23 Oktober 2026.
"Hunter's Moon berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika, suku Algonquian dan pemukim awal Eropa," jelas BMKG.
Secara historis, setelah tanaman selesai dipanen pada bulan sebelumnya (Harvest Moon), ladang-ladang menjadi bersih dan terbuka. Di bawah cahaya bulan purnama yang terang benderang, para pemburu dapat dengan mudah berburu hewan liar untuk dijadikan persediaan daging sebelum musim dingin yang ekstrem tiba.
Kapan Waktu Tepat Menikmati Hunter's Moon?
Catat, ya! Untuk wilayah Jakarta, puncak fenomena ini jatuh pada Senin, 26 Oktober 2026. Hunter's Moon paling asyik diamati pada pukul 20.00 WIB, saat posisi bulan sudah cukup tinggi dan dapat dilihat jelas dengan mata telanjang.Berikut rincian fasenya:
- Terbit bulan: 17.53 WIB
- Posisi mulai tinggi (waktu ideal): 20.00 WIB
- Posisi tertinggi: 23.58 WIB
- Bulan terbenam: 27 Oktober 2026, pukul 05.00 WIB

(Sumber: BMKG)
"Secara fisik, Hunter's Moon tidak berbeda dengan bulan purnama biasa, namun memiliki latar belakang historis dan karakteristik unik," papar BMKG.
Tips Asyik Mengamati Hunter's Moon:
- Pilih lokasi dengan pandangan langit terbuka tanpa halangan gedung tinggi atau pepohonan rimbun.
- Hindari area dengan polusi cahaya buatan yang terlalu terang.
- Pastikan kondisi cuaca di lokasi pengamatan sedang cerah dan mendukung.
- Bulan purnama ini sangat aman diamati langsung dengan mata telanjang tanpa teleskop!
Tetap Waspada Banjir Rob
Di balik keindahannya, masyarakat pesisir diminta untuk tetap waspada. Pasalnya, kata BMKG, posisi matahari, bulan, dan bumi yang berada pada satu garis lurus akan memicu gaya gravitasi gabungan yang dapat menyebabkan fenomena pasang air laut atau pasang purnama."Masyarakat diimbau untuk tetap waspda potensi kenaikan permukaan air laut (banjir rob) selama fase purnama," pesan BMKG.