2 Tahun Pemerintahan Prabowo, MBG Jangkau 62 Juta Penerima Manfaat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 62 juta penerima manfaat. (ANTARA/Instagram-Sekretariat Kabinet)

2 Tahun Pemerintahan Prabowo, MBG Jangkau 62 Juta Penerima Manfaat

Achmad Zulfikar Fazli • 29 October 2026 14:35

Jakarta: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan sejumlah capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 62 juta penerima manfaat dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 108 juta penerima manfaat.

"Dua tahun pertama pemerintahan bukan sekadar tentang rencana, tapi tentang kerja nyata dan hasil yang bisa dilihat," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram resmi Sekretaris Kabinet, dilansir dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.

Teddy mengatakan pemerintah juga terus menggenjot berbagai terobosan dan program prioritas, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketahanan pangan, energi, hingga pemberdayaan ekonomi.

Di bidang pendidikan, 265 Sekolah Rakyat di 131 kabupaten/kota selesai dibangun pada 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada 45 ribu anak jalanan kembali bersekolah.

Selain itu, terdapat 30 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang direvitalisasi dan 288.180 layar interaktif disediakan untuk anak sekolah.

Untuk tenaga pendidik, insentif guru honorer naik menjadi 30 persen, sedangkan 240 ribu guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu mulai Januari 2027.

Pada sektor kesehatan, 22 rumah sakit baru dibangun di berbagai daerah. Pembangunan infrastruktur juga digenjot melalui 3.500 jembatan, 2.228 km jalan Instruksi Presiden (Inpres), lebih dari 9.000 km jaringan irigasi, dan 3.000 titik air bor. Lalu, 17 stadion dibangun dan direnovasi dengan standar FIFA.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres

Di sektor pangan dan energi, Teddy mengungkapkan swasembada delapan komoditas pangan dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah, swasembada energi implementasi B50, serta dimulainya pembangunan 26 proyek hilirisasi.

Untuk pemberdayaan ekonomi, 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih beroperasi dan 100 Kampung Nelayan Merah Putih selesai dibangun. Program magang nasional juga diikuti 250 ribu peserta yang bergaji sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Pemerintah juga menurunkan bunga program Mekaar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari 25 persen menjadi delapan persen bagi 16 juta penerima manfaat, khususnya ibu-ibu atau perempuan prasejahtera.
 


Dari sisi keuangan negara, lebih dari Rp54 triliun kekayaan negara berhasil diselamatkan dan utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun dilunasi.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menutup atau merampingkan 290 BUMN. Kebijakan ini menghemat anggaran Rp50 triliun per tahun. Lalu, bank emas mengelola 153 ton emas.

Pemerintah juga mencatat total nilai investasi Rp3.923 triliun yang menyerap 5.485.944 tenaga kerja, serta pembangunan Kampung Haji Indonesia. Menurut Teddy, perjalanan pemerintahan masih panjang dan tantangan masih besar, tetapi setiap capaian menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

"Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat," tulis Teddy.

(Achmad Zulfikar Fazli)