Kepala BNPB Pastikan Pembangunan Huntap Korban Bencana di Flores Gratis

Kepala BNPB Suharyanto mengunjungi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Waidoko, Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto: MI.

Kepala BNPB Pastikan Pembangunan Huntap Korban Bencana di Flores Gratis

Despian Nurhidayat • 2 October 2026 09:49

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak dipungut biaya. Komitmen tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu para penyintas bencana.

Hal itu disampaikan Kepala BNPB Suharyanto saat meninjau korban gempa di Waidoko, Kabupaten Flores Timur, NTT. Dalam pertemuan tersebut, banyak para penyintas menanyakan apakah mereka bakal dipungut biaya saat proses pembangunan dimulai.

"Masyarakat tidak akan dikenakan biaya sama sekali karena ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu warganya yang tertimpa bencana, tidak akan ada pungutan dalam bentuk apapun itu kepada masyarakat penerima manfaat hunian tetap," kata Suharyanto dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 2 Oktober 2026.

Jenderal bintang tiga TNI itu menegaskan bakal menindak tegas jika ada pungutan selama proses pembangunan huntapdilakukan. Suharyanto meminta para korban melapor jika ada oknum yang meminta biaya.
 


"Apabila ada pungutan atau dikenakan biaya maka lapor langsung ke saya saat itu terjadi dan akan saya tindak tegas pelaku nya tanpa pandang bulu,” tegas Suharyanto.

Di lain sisi, Suharyanto menyetujui saran dari warga penerima manfaat yang mengusulkan bahwa untuk angkut material dan logistik pembangunan huntap menggunakan berbagai armada truk yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Sehingga dapat memutar kembali roda perekonomian warga. 

Pada kesempatan tersebut Kepala BNPB juga telah mengkonfirmasi untuk penggunaan alat berat ekskavator yang digunakan dilokasi hunian tetap akan didukung oleh alat berat yang digunakan oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. 

Berdasarkan Peta Sebaran Hunian Tetap Relokasi Mandiri Tahap 2 Korban Erupsi Lewotobi Laki-Laki, total Huntap yang dibangun tersebar di 12 kecamatan di Flores Timur dengan total 238 unit, dengan sebaran sebagai berikut:
  • Kecamatan Wulanggitang: 117 Unit
  • Kecamatan Titehena: 72 Unit
  • Kecamatan Larantuka: 25 Unit
  • Kecamatan Ile Bura: 7 Unit
  • Kecamatan Demon Pagong: 6 Unit
  • Kecamatan Ile Mandiri: 3 Unit
  • Kecamatan Lewolema: 2 Unit
  • Kecamatan Kelubagolit: 2 Unit
  • Kecamatan Tanjung Bunga: 1 Unit
  • Kecamatan Adonara Timur: 1 Unit
  • Kecamatan Adonara Barat: 1 Unit
  • Kecamatan Solor Barat: 1 Unit

Kepala BNPB Suharyanto mengunjungi korban gempa di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Foto: MI.

Selain korban erupsi, Suharyanto mengunjungi korban gempa di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. Di lokasi tersebut, Suharyanto berdialog langsung dengan puluhan warga penyintas sekaligus melakukan sosialisasi terkait mekanisme dan detail bantuan hunian.

Penyaluran ini merujuk pada SK Bupati Sikka Nomor 441/HK/2026 tanggal 25 September 2026 tentang Calon Penerima Bantuan Stimulan Perbaikan/Pembangunan Rumah Rusak Akibat Bencana. Total penerima bantuan di Kabupaten Sikka sebanyak 1.055 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian:
  • Rusak Berat (RB): 153 Unit
  • Rusak Sedang (RS): 371 Unit
  • Ringan (RR): 531 Unit

Untuk warga terdampak gempa NTT yang rumahnya rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang dilanjutkan dengan pembangunan huntap. Sedangkan warga yang memilih tidak tinggal di huntara, mereka akan mendapat bantuan dari pemerinta.

"Sambil menunggu hunian tetapnya dibangun pemerintah, maka akan mendapat bantuan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan,” ujar Suharyanto

(Anggi Tondi)