PM Lebanon Desak Kerangka Trilateral untuk Pastikan Israel Tarik Pasukan

PM Lebanon Nawaf Salam. (Anadolu Agency)

PM Lebanon Desak Kerangka Trilateral untuk Pastikan Israel Tarik Pasukan

Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 09:18

Beirut: Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mendesak agar kerangka trilateral Lebanon-Amerika Serikat-Israel segera diaktifkan untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon dapat benar-benar terwujud.

Desakan itu disampaikan Salam saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Washington pada Senin, 28 September 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan di Lebanon dan kawasan.

“Saya menekankan perlunya bergerak menuju pengaktifan kerangka trilateral dan menerjemahkan prinsip timbal balik serta pendekatan bertahap ke dalam langkah-langkah praktis dan hasil nyata di lapangan,” kata Salam dalam pernyataan di platform media sosial X, dikutip dari Anadolu.

Menurut Salam, implementasi kerangka tersebut harus mengarah pada pemulihan kedaulatan penuh Lebanon, penarikan seluruh pasukan Israel dari wilayah Lebanon, serta memastikan negara memiliki kendali eksklusif atas senjata di seluruh wilayahnya.

Salam juga menekankan pentingnya menetapkan jadwal yang jelas untuk menjalankan komitmen dalam kerangka yang dimediasi AS dan ditandatangani Lebanon serta Israel pada 26 Juni.

Dia turut meminta pembentukan mekanisme pemantauan yang kredibel untuk mengawasi implementasi kesepakatan dan mencegah ketidakpatuhan menghambat proses tersebut.

Kerangka trilateral itu tidak hanya mencakup pengaturan keamanan, tetapi juga dukungan untuk bantuan kemanusiaan, pemulihan, rekonstruksi, serta kepulangan warga yang mengungsi.

Salam meminta dukungan AS dan komunitas internasional bagi pemulihan Lebanon dan kepulangan warga yang mengungsi, terutama di wilayah yang terdampak perang. Dia juga menyerukan kelanjutan dukungan AS untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Lebanon.

AS Tegaskan Dukungan

Rubio menegaskan kembali “komitmen kuat” AS untuk mendukung Lebanon dalam menjalankan kerangka trilateral tersebut.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, Rubio menyebut kerangka itu sebagai “satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan antara Lebanon dan Israel."

“Sekretaris Rubio memuji upaya pemerintah Perdana Menteri Salam untuk memperluas kewenangan negara dan menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat terhadap negara Lebanon yang berdaulat di luar pengaruh merusak Hizbullah dan Iran,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Kerangka yang disponsori AS tersebut mengatur penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon secara bertahap dan pengerahan pasukan Lebanon ke wilayah yang ditinggalkan oleh pasukan Israel.

Namun, Israel masih melanjutkan serangan terhadap Lebanon meski kesepakatan tersebut telah dibuat.

Menurut otoritas Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak 2 Maret.

Baca juga: Negosiasi Belum Usai, Militer Israel Diduga Kembali Serang Lebanon Selatan

(Willy Haryono)