Pemulihan Pascabanjir di Padang Libatkan Warga, PU Pakai Skema Padat Karya

Pembersihan fasilitas umum dan permukiman yang terendam lumpur ini dieksekusi menggunakan skema Padat Karya. (Foto: Kementerian PU)

Pemulihan Pascabanjir di Padang Libatkan Warga, PU Pakai Skema Padat Karya

Lukman Diah Sari • 21 October 2026 14:54

Padang: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mengebut penanganan dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat, pada 10 Oktober 2026 lalu. Pembersihan fasilitas umum dan permukiman yang terendam lumpur ini dieksekusi menggunakan skema Padat Karya.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat lokal dalam skema Padat Karya bertujuan mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana, sekaligus menyuntikkan insentif ekonomi bagi warga terdampak.

“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” kata Menteri Dody, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Dody, pendekatan serupa sebelumnya telah terbukti efektif diterapkan dalam penanganan pascabencana di Aceh dan Sumatra Utara.

“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatra Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif,” ujar Dody.

Progres Pembersihan di Tiga Kecamatan

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatra Barat, Rifi Firdaus Lustika, memaparkan bahwa pascabanjir bandang, tim teknis langsung menyurvei 33 titik fasilitas umum di tiga kecamatan terdampak, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

“Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola yang tersebar tersebut sudah selesai 100% dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat. Saat ini kami juga sedang melakukan penanganan di 2 kawasan permukiman untuk pembersihan. Dan untuk proses pembersihannya sendiri, kami menggunakan mekanisme padat karya,” jelas Rifi.

Rifi merinci, pada pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park dan Kampung Tanjung, warga dilibatkan untuk membersihkan area perumahan. Sementara itu, untuk evakuasi material berat di akses jalan tetap mengandalkan alat berat.

“Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali,” kata Rifi.

Pembersihan fasilitas umum dan permukiman yang terendam lumpur ini dieksekusi menggunakan skema Padat Karya. (Foto: Kementerian PU)

Muhammad Taufik, salah seorang warga Kampung Tanjung, menyambut positif program ini. Menurutnya, skema Padat Karya sangat membantu warga yang terpaksa meliburkan diri dari pekerjaan rutin akibat bencana.

“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah. Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi terima kasih banget lah. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, penanganan serupa juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan. Dari 10 target lokasi perbaikan, sembilan di antaranya tertimbun material lumpur. Saat ini, seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi tersebut juga telah dirampungkan seratus persen.

(Lukman Diah Sari)