Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: The New York Times
Trump Sebut Zelensky Lebih Sulit Diajak Berunding daripada Putin
Muhammad Reyhansyah • 16 October 2026 16:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lebih sulit diajak berunding dibandingkan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump juga mengecam serangan terbaru Ukraina terhadap kilang minyak Rusia yang menurutnya mendorong kenaikan harga energi global.
“Saya pikir itu memalukan,” kata Trump kepada penyiar Newsmax pada Kamis, 15 Oktober 2026 ketika ditanya mengenai serangan Ukraina tersebut.
Ia menambahkan bahwa serangan itu turut menaikkan harga energi dunia.
Trump kemudian mengkritik Zelensky dan menilai pemimpin Ukraina itu kurang bersedia mencapai kompromi untuk mengakhiri perang dibandingkan Putin.
“Perang ini seharusnya segera berakhir. Saya pikir sebenarnya mereka berdua ingin perang ini berakhir,” ujar Trump kepada Newsmax, dikutip dari TRT World.
“Namun, menurut saya, Zelensky lebih sulit diajak berunding daripada Putin,” lanjut Trump.
Di tengah memburuknya hubungan dengan Trump, Zelensky bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Brussel dan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin Eropa. Ia dijadwalkan menghadiri KTT Uni Eropa pada Jumat.
Sebelumnya, Zelensky mengatakan kepada Financial Times bahwa penghentian serangan terhadap kilang minyak Rusia telah berakhir. Menurutnya, Moskow tidak mematuhi gencatan senjata terhadap infrastruktur energi yang diumumkan Trump.
Trump telah mendesak Kyiv menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Ia menyalahkan serangan tersebut atas lonjakan harga energi menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.
Namun, biaya energi juga meningkat setelah perang AS-Israel melawan Iran memicu serangan Iran terhadap fasilitas energi dan sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.
Hubungan Kyiv dan Washington memburuk sejak pekan lalu, ketika Trump melonggarkan sanksi terhadap Rusia sebagai imbalan atas pasokan diesel dalam jumlah besar dari Moskow ke pasar global.
Gangguan Satelit Picu Kemarahan Ukraina
Ketegangan semakin meningkat setelah gangguan pada sistem satelit Starshield yang disediakan AS menghambat kemampuan militer Ukraina menghadapi bombardemen intensif Rusia.Ukraina menggunakan Starshield, sistem milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk, untuk komunikasi di medan perang, serangan jarak menengah ke wilayah yang dikuasai Rusia, serta pengoperasian drone pencegat.
Starshield berbeda dari sistem satelit sipil Starlink, yang juga digunakan Ukraina tetapi tidak untuk operasi ofensif.
Sejumlah pejabat mengatakan kecepatan Starshield melambat pada Rabu sehingga memengaruhi konektivitas.
Namun, Musk membantah SpaceX menjadi penyebab gangguan tersebut. Miliarder teknologi itu sebelumnya juga menyerukan agar Zelensky diganti sebagai pemimpin Ukraina.