Presiden Prabowo: Politik Saya Harus Persatuan Nasional

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Prabowo: Politik Saya Harus Persatuan Nasional

Kautsar Widya Prabowo • 21 October 2026 18:08

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan politik yang diyakininya adalah persatuan nasional. Oleh karena itu, ia ingin merangkul sebanyak mungkin kekuatan politik untuk bersama-sama mendorong perbaikan kehidupan rakyat Indonesia.

“Jadi, Saudara-saudara, politik yang saya yakini haruslah politik persatuan nasional. Saudara-saudara, apa yang dicanangkan oleh presiden pertama kita Bung Karno dulu dicemoohkan. Tapi saya kira ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau, usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional,” ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menilai persatuan nasional semakin penting untuk dipelihara di tengah dinamika demokrasi dan persaingan politik. Menurut Prabowo, perbedaan pandangan, kompetisi, kritik, maupun koreksi merupakan bagian penting dalam iklim demokrasi Indonesia.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan besarnya koalisi pemerintah merupakan bagian dari upayanya menyatukan sebanyak mungkin kekuatan politik. Ia ingin berbagai kelompok dapat bekerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Koalisi kita besar. Benar. Karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” ujar Prabowo.


Sidang Kabinet Paripurna. Foto: BPMI Setpres. 

Lebih lanjut, Prabowo menanggapi kritik mengenai besarnya jumlah anggota kabinet yang dinilai berpotensi mengurangi efisiensi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki populasi hampir 300 juta jiwa dengan wilayah yang sangat luas, berbeda dari Eropa yang terbagi dalam banyak negara dengan struktur pemerintahan masing-masing.

“Indonesia satu kabinet, Saudara-saudara. Mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien? Dan kita mampu mengendalikan,” ujar Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)