Ilustrasi - Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari puncak penanjakan 1 di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kamis, 13 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Umarul Farug/nym.
Akses Wisata ke Penanjakan Bromo Dibatasi Akibat Kebakaran
Silvana Febiari • 18 October 2026 18:13
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan pembatasan akses wisata ke area Penanjakan di kawasan Gunung Bromo dari sisi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pembatasan ini dilakukan seiring terjadinya kebakaran di lokasi tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebijakan pembatasan menuju lokasi tersebut diberlakukan per Sabtu, 17 Oktober 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Mengingat kondisi kebakaran di area Penanjakan belum dapat dikendalikan maka aktivitas kunjungan wisata hanya diperbolehkan sampai dengan area Lemah Pasar," kata Rudi, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Kebijakan yang diambil oleh Balai Besar TNBTS tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.29/T.8/TU/KSA.04.01/B/10/2026 tentang Pembatasan Akses ke Penanjakan dan diterbitkan bersamaan saat kejadian kebakaran.
Pembatasan ini berlaku bagi wisatawan, pelaku jasa wisata, dan masyarakat setempat untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan. Berdasarkan keterangan Balai Besar TNBTS, titik kebakaran berada tepat di kawasan Penanjakan.

Kepulan asap dari titik api di lereng Gunung Bromo yang berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa, 6 Oktober 2026. ANTARA/HO-BPBD Lumajang
Rudi mengimbau seluruh pihak mematuhi pembatasan kunjungan wisata dan aktivitas lainnya di kawasan Penanjakan selama kebijakan tersebut berlaku. Ia juga mengingatkan wisatawan dan masyarakat untuk menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Supaya tetap mematuhi ketentuan yang ada," ujar dia.
Berdasarkan data yang diterima dari balai besar terkait, secara keseluruhan per 17 Oktober 2026 jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo sebanyak 1.669 orang. Angka kunjungan wisata itu terdiri dari 1.612 wisatawan nusantara atau warga negara Indonesia (WNI) dan 57 orang lainnya merupakan wisatawan mancanegara atau warga negara asing (WNA).