Harga Minyak Dunia Bangkit usai Anjlok, Pasar 'Pelototi' Negosiasi AS-Iran

Ilustrasi, harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Bangkit usai Anjlok, Pasar 'Pelototi' Negosiasi AS-Iran

Husen Miftahudin • 23 June 2026 08:22

Houston: Harga minyak dunia mencatat kenaikan terbatas dalam perdagangan Asia pada Selasa setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap pasokan minyak global.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 23 Juni 2026, kontrak berjangka minyak Brent sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual Agustus, naik 0,3 persen ke level USD78,10 per barel.
 
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk kontrak beli atau jual di masa depan, menguat 0,4 persen menjadi USD74,18 per barel.
 

Baca juga: Penutupan Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Menguat, Trump Ancam Iran
 

Dipicu potensi meredanya risiko pasokan

 
Kenaikan terbatas tersebut terjadi setelah harga minyak terkoreksi hampir tiga persen pada perdagangan sebelumnya. Aksi jual dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar atas meredanya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
 
Sentimen pasar membaik setelah Washington menerbitkan izin umum selama 60 hari yang membuka ruang bagi penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk petroleum Iran. Kebijakan itu menjadi bagian dari proses negosiasi yang tengah berlangsung dengan Teheran.
 
Langkah AS tersebut menyusul laporan dari pejabat kedua negara yang mengindikasikan kemajuan menuju kesepakatan damai yang lebih luas, termasuk perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara.
 
Pelonggaran sanksi itu juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pengiriman. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan ekspor minyak Iran dalam beberapa pekan mendatang.
 
Tambahan pasokan dari Iran diperkirakan dapat memperbesar suplai global, terutama ketika kekhawatiran gangguan distribusi melalui Selat Hormuz mulai berkurang.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Risiko geopolitik masih membayangi pasar

 
Pejabat Iran pada Senin waktu setempat menyebut pembicaraan terbaru telah mencatat kemajuan besar. Sejumlah laporan media juga menyebut Teheran memperoleh keringanan ekspor minyak dan petrokimia selama proses negosiasi menuju kesepakatan final yang ditargetkan rampung dalam 60 hari.
 
Prospek kembalinya minyak Iran ke pasar global kini menjadi faktor utama yang membayangi risiko geopolitik di kawasan.
 
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak menembus USD120 per barel saat konflik memuncak akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, membaiknya jalur distribusi dan meningkatnya momentum diplomatik membuat pelaku pasar mulai memangkas premi risiko pada harga minyak.
 
Penguatan terbatas pada perdagangan Selasa dinilai lebih bersifat teknikal setelah penurunan tajam sehari sebelumnya, bukan mencerminkan kembalinya optimisme pasar secara penuh.
 
Investor kini masih menanti kepastian apakah proses perdamaian dapat bertahan dan seberapa cepat ekspor minyak Iran kembali pulih di tengah pelonggaran sanksi sementara.

(Husen Miftahudin)