Total WNI yang telah difasilitasi kepulangannya oleh KBRI Phnom Penh sejak 30 Januari hingga 1 Maret 2026 mencapai 1.252 orang. (Kemenlu RI)
590 WNI Eks Sindikat Online Scam dari Kamboja Kembali ke Indonesia
Willy Haryono • 3 March 2026 12:45
Phnom Penh: Jumlah warga negara Indonesia (WNI) eks pekerja jaringan penipuan daring (online scam) di Kamboja yang kembali ke Tanah Air terus meningkat.
Dalam periode sepekan terakhir, 23 Februari hingga 1 Maret 2026, tercatat 590 WNI telah kembali ke Indonesia. Angka ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 462 WNI.
Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Senin, 2 Maret 2026, total WNI yang telah difasilitasi kepulangannya oleh KBRI Phnom Penh sejak 30 Januari hingga 1 Maret 2026 mencapai 1.252 orang.
KBRI memperkirakan jumlah sebenarnya lebih tinggi, mengingat masih terdapat WNI yang kembali secara mandiri tanpa melaporkan kepulangannya.
Sejak terjadinya lonjakan kasus pada 16 Januari 2026 hingga 1 Maret 2026, jumlah WNI yang melapor langsung ke KBRI Phnom Penh mencapai 5.264 orang. Jumlah tersebut telah melampaui total kasus WNI yang ditangani KBRI sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5.088 orang.
Dari total tersebut, KBRI Phnom Penh telah melakukan asesmen awal terhadap hampir seluruh WNI. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi adanya WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
KBRI Phnom Penh berkoordinasi erat dengan aparat penegak hukum di dalam negeri untuk memastikan setibanya WNI di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan tingkat keterlibatan dalam sindikat online scam.
Untuk mempercepat kepulangan WNI, Pemerintah Kamboja juga telah memberikan keringanan denda keimigrasian kepada 2.884 WNI yang memiliki denda overstay. KBRI mengimbau WNI yang telah memperoleh Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) serta keringanan denda untuk segera membeli tiket dan kembali ke Indonesia.
Hingga saat ini Pemerintah Kamboja terus melakukan operasi pemberantasan jaringan penipuan daring di berbagai wilayah dan menargetkan bebas dari aktivitas online scam sebelum perayaan Tahun Baru Khmer pada pertengahan April 2026.
KBRI Phnom Penh akan terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja dan instansi terkait di Indonesia guna memastikan pelindungan dan kepulangan WNI berjalan secara aman dan tertib.


Baca juga: Sepekan, 462 WNI Eks Online Scam Pulang dari Kamboja