Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: Metrotvnews.com/Triawati.
Mentan: Stok Pangan di Indonesia Tak Terganggu Konflik Timur Tengah
Husen Miftahudin • 3 March 2026 21:16
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok dan pasokan pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Lebaran 2026. Meski terjadi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran rantai pasok global.
Dalam Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Amran memastikan kondisi cadangan pangan strategis secara nasional tetap terkendali dan tidak terdampak gejolak eksternal.
"Itu sempat ditanya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kemarin malam. Pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita yang menjadi utama adalah untuk Indonesia karbohidrat dan beras," kata Amran seperti dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain beras, komoditas lain seperti telur, ayam, dan jagung juga disebut dalam kondisi aman, dengan opsi substitusi pangan tetap tersedia apabila terjadi gangguan pasokan.
Dia menekankan, komoditas paling utama bagi masyarakat Indonesia adalah beras sebagai sumber karbohidrat dominan dalam struktur konsumsi nasional.
"Pangan itu adalah beras yang menjadi inti dari pangan kita. Kalau yang lain masih bisa kita cari substitusi. Kalau tidak ada daging bisa telur, kalau tidak ada telur bisa ikan," jelas dia.
| Baca juga: Mentan: Surplus Beras Tegaskan Indonesia Jaga Keberlanjutan Swasembada |

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Swasembada beras jadi indikator ketahanan pangan
Lebih lanjut Amran mengungkapkan, konsumsi beras masyarakat mencapai sekitar 65 hingga 70 persen dari pola pangan, sehingga swasembada beras yang kini tercapai menjadi indikator kunci ketahanan pangan nasional di tengah gejolak global.
"Karbohidrat sekarang bisa disubstitusi ke ubi, singkong, tetapi untuk orang Indonesia masih butuh pangan dan pangan untuk beras itu konsumsi 70 persen. Yang lainnya tambah sayur dan seterusnya," bebernya.
Untuk cadangan beras pemerintah, dia menyebut stok saat ini telah mencapai sekitar 3,67 juta ton dan diperkirakan menembus 3,7 juta ton dalam waktu dekat. Jumlah tersebut diklaim sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah dan ditargetkan meningkat hingga lima juta ton pada April mendatang tanpa melakukan impor.
Bahkan lonjakan stok membuat kapasitas gudang Perum Bulog yang semula hanya sekitar tiga juta ton menjadi penuh, sehingga pemerintah harus menambah sewa gudang hingga dua juta ton guna mengantisipasi limpahan beras.
Dengan kondisi tersebut, Amran menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan inti nasional aman dan pemerintah terus mengawal stabilitas hingga Lebaran.