Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas. (Metrotvnews.com)
Indonesia Perluas Jejaring Ekonomi ke Amerika Latin melalui INALAC 2026
Muhammad Reyhansyah • 14 September 2026 20:20
Jakarta: Indonesia kembali memperluas jejaring ekonomi ke kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui Indonesia-Latin American and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2026 yang akan digelar di Santiago, Chile, pada 1–2 Oktober 2026.
Setelah sebelumnya diselenggarakan di Lima, Peru, pada 2024 dan São Paulo, Brasil, pada 2025, INALAC tahun ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas peluang bisnis di kawasan Amerika Latin dan Karibia yang mencakup 33 negara dengan populasi sekitar 670 juta jiwa.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas mengatakan INALAC merupakan salah satu program unggulan Kemlu RI untuk memfasilitasi kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara di kawasan tersebut.
“Tujuannya adalah memfasilitasi kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia,” kata Grata dalam keterangan media di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Dalam pelaksanaan tahun ini, perusahaan Indonesia akan memperoleh kesempatan melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan di Chile, mengikuti business matching, serta melakukan business pitching di hadapan pelaku usaha dari berbagai negara Amerika Latin dan Karibia.
Grata mengatakan pelaksanaan INALAC juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi pasar Amerika Latin dan Karibia kepada pelaku usaha Indonesia. Menurutnya, kawasan tersebut masih menjadi pasar nontradisional bagi Indonesia sehingga diperlukan upaya untuk memperkuat pemahaman bisnis dan membangun jejaring dengan calon mitra.
“Pasar Amerika Latin dan Karibia bukanlah pasar yang tradisional bagi kita. Masih banyak pengusaha baik di Indonesia maupun di Amerika Latin yang belum memiliki pemahaman yang banyak mengenai pasar ini,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan INALAC 2025 di Sao Paulo, Brasil, tercatat transaksi konkret sebesar USD297 juta dan potensi transaksi sebesar USD284 juta. Dengan bertambahnya peserta tahun ini, pemerintah berharap nilai transaksi dan kerja sama bisnis yang dihasilkan dapat meningkat.
Keikutsertaan Perusahaan Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Amerika II Kemlu RI Riris Wusananingdyah mengatakan pemerintah telah melakukan penjaringan dan sosialisasi selama lebih dari 10 bulan untuk mendorong keikutsertaan perusahaan Indonesia dalam misi bisnis tersebut.Menurut dia, proses tersebut dilakukan karena pasar Amerika Latin dan Karibia masih belum banyak dikenal oleh pelaku usaha Indonesia, termasuk terkait calon mitra dan peluang bisnis yang tersedia.
“Pengetahuan kita belum banyak. Kita belum kenal mitranya siapa. Itu yang kita lakukan untuk terus memberikan informasi yang seluas-luasnya,” kata Riris.
Riris menyebut total perusahaan Indonesia yang akan berpartisipasi mencapai 21 perusahaan.
Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi mewakili sejumlah sektor, antara lain makanan dan minuman, furnitur, farmasi dan alat kesehatan, wellness, personal care, logistik, otomotif, energi, hingga industri strategis.
Salah satunya adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang bergerak di sektor kedirgantaraan. Menurut Riris, keikutsertaan PTDI menunjukkan adanya peluang kerja sama di sektor kedirgantaraan, termasuk pengadaan pesawat dan layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO).
“Ini menunjukkan bahwa peluang itu ada, bahkan pilihan untuk pengadaan pesawat maupun service MRO-nya itu pilihannya ada di Indonesia,” ujarnya.
Riris mengatakan nilai kesepakatan dalam INALAC 2026 belum dapat dipastikan karena proses pembicaraan antarpelaku usaha masih berlangsung. Pengumuman mengenai kesepakatan bisnis diharapkan dapat dilakukan pada penutupan kegiatan, 2 Oktober 2026.
INALAC Business Mission merupakan program unggulan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI yang telah berlangsung sejak 2019. Sejak 2024, pemerintah mengubah pendekatan kegiatan dengan membawa langsung perusahaan Indonesia ke negara-negara Amerika Latin dan Karibia untuk memperluas jaringan, membuka akses pasar, dan mendorong investasi dua arah.
Selain agenda bisnis, INALAC 2026 juga akan diperkuat dengan penyelenggaraan INALAC Energy and Mining Business Forum. Forum tersebut akan membahas peluang kerja sama di sektor energi dan pertambangan, termasuk mineral kritis yang berkaitan dengan pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.
Baca juga: Pasar Indonesia Semakin Menarik di Mata Pengusaha Amerika Latin dan Karibia