Israel Ancam Bombardir Fasilitas Energi Iran jika Teheran Menyerang

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Foto: Anadolu

Israel Ancam Bombardir Fasilitas Energi Iran jika Teheran Menyerang

Muhammad Reyhansyah • 11 September 2026 18:46

Tel Aviv: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz kembali mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Teheran melancarkan serangan terhadap Israel.

“Dengan adanya kemungkinan bahwa Iran dapat memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap Israel, saya mengulangi peringatan saya kepada kepemimpinan Iran,” kata Katz dalam video yang direkam dan dirilis pada Kamis, 10 September 2026.

“Setiap serangan terhadap Israel, dengan alasan apa pun dan dari lokasi mana pun, akan dibalas dengan respons kuat,” ujar Katz.

“Ini termasuk serangan terhadap fasilitas energi vital,” tambah Katz.

Mengutip TRT World, ia mengatakan militer Israel telah siap menjalankan serangan tersebut atas instruksi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan dirinya.

“Berdasarkan instruksi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan instruksi saya sendiri, militer siap menjalankan misi ini,” kata Katz.

Ancaman itu disampaikan sekitar sepekan setelah Katz mengeluarkan peringatan serupa kepada Iran.

Ketegangan AS-Iran

Pekan lalu, Katz mengatakan Iran menghadapi “tekanan ekonomi yang parah dan mencekik” dari Amerika Serikat.

Washington telah menerapkan tekanan ekonomi terhadap Teheran, sementara kedua pihak juga terlibat dalam pertukaran serangan di tengah kebuntuan perundingan mengenai sejumlah persoalan, termasuk navigasi melalui Selat Hormuz, jalur strategis bagi energi dan komoditas.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang menurut Teheran telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Iran kemudian merespons dengan serangan yang menargetkan aset-aset AS di berbagai wilayah kawasan.

Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut mengatur penghentian operasi militer serta langkah-langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.

Namun, pelaksanaan kesepakatan kemudian terhenti akibat perbedaan mengenai komitmen kedua pihak dan persoalan navigasi di selat tersebut, sebelum permusuhan kembali berlangsung pada Juli.

Israel, yang menduduki wilayah Palestina serta sebagian wilayah Lebanon dan Suriah, merupakan satu-satunya negara di kawasan yang diyakini memiliki persenjataan nuklir.

Israel tidak pernah mengakui maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir, sementara fasilitas nuklirnya tidak berada di bawah safeguards Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

(Fajar Nugraha)