Kelompok bersenjata kerap melakukan penculikan di Nigeria. (Anadolu Agency)
Enam Imam Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria, Polisi Lakukan Pengejaran
Willy Haryono • 13 September 2026 19:35
Zamfara: Enam imam diculik kelompok bersenjata di Negara Bagian Zamfara, Nigeria, ketika mereka dalam perjalanan menuju Talata Mafara pada Sabtu kemarin.
Polisi mengatakan insiden tersebut terjadi di tengah maraknya aksi penculikan untuk mendapatkan uang tebusan di Nigeria.
Kepolisian Zamfara mengatakan keenam imam disergap kelompok bersenjata saat kendaraan mereka melintas di jalan penghubung Dakko-Damri.
Para pelaku yang membawa senjata canggih diketahui menghentikan kendaraan yang ditumpangi para korban, sebelum kemudian menculik seluruh penumpangnya.
"Para pelaku yang membawa senjata canggih mencegat kendaraan tersebut dan menculik keenam orang di dalamnya," kata kepolisian Zamfara dalam pernyataan yang dikutip TRT World, Minggu, 13 September 2026.
Sejauh ini, polisi belum mengungkap identitas keenam korban maupun tuntutan dari para penculik.
Pasukan Keamanan Sisir Area Sekitar
Pasukan keamanan Nigeria telah melancarkan operasi pencarian untuk menemukan keenam imam dan menangkap para pelaku.Tim keamanan menyisir kawasan semak-semak di sekitar lokasi penculikan dengan harapan dapat menemukan jejak kelompok bersenjata tersebut dan menyelamatkan para korban.
Media Nigeria melaporkan keenam imam diperkirakan hendak menghadiri sebuah pertemuan keagamaan yang digelar mantan Gubernur Zamfara Abdul'aziz Abubakar Yari di kediamannya di Talata Mafara.
Yari yang kini menjabat senator juga disebut tengah mempersiapkan diri untuk menantang Presiden Bola Tinubu dalam pemilihan presiden mendatang.
Penculikan Jadi Sumber Pendapatan
Kasus penculikan tersebut kembali menyoroti persoalan keamanan yang telah lama menghantui Nigeria.Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi kelompok bersenjata yang beroperasi di berbagai wilayah negara tersebut.
Laporan perusahaan konsultan Nigeria, SBM Intelligence, yang diterbitkan pada Agustus memperkirakan hampir US$6 juta atau sekitar Rp105 miliar telah dibayarkan sebagai uang tebusan di Nigeria dalam periode satu tahun terakhir.
Besarnya nilai tebusan membuat penculikan menjadi bisnis yang menguntungkan bagi kelompok kriminal, terutama di sejumlah negara bagian di Nigeria bagian utara.
Kelompok bersenjata diketahui melakukan penculikan massal serta serangan terhadap komunitas untuk mendapatkan keuntungan finansial maupun memperluas pengaruh mereka.
Situasi keamanan tersebut juga menjadi persoalan politik menjelang pemilu Nigeria.
Memburuknya keamanan, bersamaan dengan persoalan ekonomi, menjadi salah satu isu utama dalam kampanye politik.
Pemerintah Nigeria menghadapi kesulitan dalam membendung aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah negara bagian utara. Penculikan dalam jumlah besar dan serangan terhadap permukiman meningkatkan kekhawatiran masyarakat mengenai keselamatan publik sekaligus kemampuan pemerintah dalam mengatasi persoalan keamanan.
Kasus penculikan enam imam di Zamfara menambah panjang daftar insiden keamanan di wilayah utara Nigeria dan kembali menempatkan persoalan penculikan untuk tebusan sebagai salah satu tantangan utama pemerintah menjelang pemilu.
Baca juga: 24 Siswi yang Diculik di Nigeria Barat Laut Berhasil Dibebaskan