Suasana kegiatan doa bersama yang digelar di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 11 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
PFI Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Nattasya Amani Vrazeti • 11 September 2026 21:05
Jakarta: Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar aksi doa bersama bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Kegiatan tersebut digelar di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di lokasi, sejak pukul 18.15 WIB tampak deretan jurnalis dari berbagai media memadati area tersebut. Seluruh jurnalis yang hadir berkumpul dengan harapan agar kelima rekan seprofesi serta tiga kru kapal yang hilang sejak Senin lalu dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga," ujar Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo di lokasi, Jumat, 11 September 2026.
Ia menilai para awak media yang meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai pejuang kemerdekaan pers dan ujung tombak informasi publik. Oleh karena itu, Dwi meminta dukungan dari para insan pers untuk mendoakan keselamatan kelima jurnalis yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Di sisi lain, Dwi mengimbau masyarakat dan para pembuat konten di media sosial untuk tidak menyebarkan informasi spekulatif atau berita yang belum terverifikasi. Hal ini demi menjaga perasaan keluarga korban yang saat ini terus didampingi oleh PFI dan pihak perusahaan media.
“Kami juga mengimbau kepada pembuat konten yang tidak bertanggung jawab, mohon dikurangi. Dan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak membuat pemberitaan yang tidak terverifikasi,” kata Dwi.
Dalam kesempatan itu, Dwi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian. Ia berharap operasi pencarian yang masih terus dilakukan dapat segera membuahkan hasil terbaik.
“Kami juga berterima kasih kepada semua tim gabungan melalui Basarnas, Polri, dan TNI, beserta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, yang selama ini telah mengembangkan pencarian teman-teman kami, dan semoga ada titik terang,” kata Dwi.
Nyala Lilin untuk Rekan yang Hilang
Sepanjang acara, para jurnalis yang hadir tak sekadar melantunkan doa dan harapan saja. Mereka juga memegang poster-poster dengan pesan emosional, salah satunya bertuliskan "Terus berharap, bawa mereka pulang", "8 keluarga masih menunggu, 8 harapan masih menyala", serta "Jangan hentikan pencarian, jangan biarkan mereka dilupakan".Rangkaian acara kemudian ditutup dengan momen heningkan cipta selama lima menit seraya menyalakan lilin bersama. Aksi penyalaan lilin ini menjadi simbol ikhtiar dan harapan agar proses pencarian terus dimaksimalkan.

Suasana kegiatan doa bersama yang digelar di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 11 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Rombongan jurnalis foto yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hilang kontak tak berselang lama dari waktu keberangkatan pada Senin, 7 September 2026. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency), Donal Husni (Freelance), beserta sau pemandu dan dua kru kapal.
Saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan operasi pencarian yang diperluas hingga mendekati kawah Gunung Anak Krakatau. Puan pun mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan instruksi langsung ke KSAL Laksamana Muhammad Ali untuk membantu proses pencarian rombongan jurnalis itu.