Ilustrasi pipa air. Foto: dok MI.
Pemerintah Dorong Optimalisasi Pipa Air untuk Pacu Ekonomi Daerah
Andika Fauzan Azhari • 9 September 2026 23:59
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong optimalisasi jaringan perpipaan air bersih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah menilai kapasitas jaringan yang belum termanfaatkan atau idle capacity perlu dioptimalkan agar pasokan air dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga dan sektor usaha.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal mengatakan optimalisasi jaringan perpipaan dapat memperluas pemanfaatan air baku sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
"Saya yakin kalau pipanisasi berjalan dengan baik, air baku kita jalankan dengan baik, idle capacity kita buka biar tidak ada lagi idle capacity, pertumbuhan ekonomi pasti membaik. Jadi ini kita nyatakan air adalah fondasi fisik dari Indonesia Emas 2045," ujar Nazib dalam Opening Ceremony Indonesia Water Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurut dia, infrastruktur air juga berperan dalam mendukung program swasembada pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
Perluas jaringan ke kawasan komersial
Untuk memperluas akses layanan perpipaan, pemerintah mendorong BUMD dan pengelola layanan air meningkatkan pasokan ke kawasan komersial yang memiliki potensi permintaan.
Nazib mengatakan, perluasan jaringan ke kawasan komersial dapat meningkatkan pendapatan pengelola layanan air. Pendapatan tersebut selanjutnya dapat mendukung perluasan layanan, termasuk sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Perluas jaringan dan sambungan rumah ke area komersial. Nanti ada data analitik untuk air biar tahu mau ke arah mana. Dan itu untuk kepentingan investor juga, dia kan melihat profil risiko dari ekspansi Bapak. Kalau menarik, pasti turun itu, bankable," tambah Nazib.
Pemerintah juga mendorong kerja sama antardaerah dan antar-BUMD agar batas administrasi tidak menjadi hambatan dalam pengembangan jaringan air, khususnya di kawasan aglomerasi.
Menurut Nazib, pemanfaatan data analitik dapat membantu pengelola menentukan arah ekspansi jaringan sekaligus memberikan informasi mengenai profil risiko kepada calon investor.
Optimalisasi jaringan perpipaan dan idle capacity diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan infrastruktur air yang telah tersedia serta memperluas layanan kepada rumah tangga dan sektor usaha.