IRGC mengklaim menyerang dua kapal AS dan delapan tanker minyak di Teluk Persia. (Anadolu Agency)
Respons Agresi AS, Iran Klaim Serang 10 Kapal di Teluk Persia
Muhammad Reyhansyah • 9 September 2026 14:18
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa angkatan lautnya telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan tanker minyak di Teluk Persia.
Iran menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap agresi AS dan mengklaim menimbulkan kerusakan berat pada kapal-kapal yang menjadi sasaran.
Dalam pernyataan pada Rabu, 9 September 2026, IRGC mengatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap lima tanker minyak Iran di Teluk Persia. Namun, IRGC tidak mengungkap identitas kapal yang diserang maupun waktu pasti serangan tersebut berlangsung.
“Pasukan kami menargetkan 10 kapal lain yang berusaha memasuki wilayah terbatas dan tidak aman di Selat Hormuz,’ demikian pernyataan IRGC, dikutip dari Anadolu.
Menurut Iran, kapal-kapal tersebut melakukannya dengan "dorongan dan dukungan" militer AS.
IRGC juga menegaskan pasukan angkatan laut Iran masih memegang "kendali penuh" atas Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia melalui laut.
Badan tersebut mengatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah pengawasan dan pengelolaan pasukan angkatan laut Iran.
Sebelumnya, kantor berita Tasnim melaporkan sebuah tanker terkena serangan di dekat area labuh Pulau Kharg, tanpa korban jiwa. Seluruh awak kapal disebut telah dievakuasi.
Stasiun televisi pemerintah IRIB juga melaporkan dua tanker minyak diserang di dekat pelabuhan Jask. Para awak kapal dievakuasi ke darat menggunakan sekoci.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran setelah IRGC dua kali menyerang kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dalam dua hari terakhir.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, meski kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman untuk membuka kembali jalur strategis tersebut sebagai bagian dari upaya menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Baca juga: AS Hancurkan 5 Tanker Minyak Iran setelah IRGC Serang Kapal Perang