Pergerakan IHSG Usai Libur Panjang, 'Parkir' di Level 6.564

Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: dok MI/Adam Dwi.

Pergerakan IHSG Usai Libur Panjang, 'Parkir' di Level 6.564

Ade Hapsari Lestarini • 18 May 2026 09:25

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini langsung berada di zona merah. Setelah libur panjang, performa IHSG terpantau semakin turun 

Mengacu data RTI, Senin, 18 Mei 2025, IHSG melemah 165,385 poin atau setara 2,44 persen ke posisi 6.564 pada pukul 09.13 WIB. Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 6.628.

Sementara itu, IHSG sempat berada di level terendah yaitu 6.547. Sedangkan untuk level tertinggi adalah 6.631. Total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 5,571 miliar lembar senilai Rp3,301 triliun.

Pagi ini, tercatat 112 saham bergerak menguat. Namun sebanyak 522 saham melemah dan 96 saham lainnya stagnan. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11,496 triliun dengan frekuensi sebanyak 473.329 kali.


Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: dok MI/Susanto.
 

 

Penyebab turunnya IHSG


Pada Rabu, 13 Mei 2026, Kepala Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim sempat mengatakan koreksi IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam pengumuman review kuartalan MSCI Mei 2026.

"Dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara.

Meski demikian, ia menilai tekanan pasar relatif terbatas karena proyeksi arus dana asing keluar (foreign outflow) tidak sebesar perkiraan sebelumnya. Selain itu, investor juga masih optimistis terhadap status Indonesia sebagai bagian dari emerging market. Ratna menambahkan sebagian arus dana keluar juga dinilai sudah lebih dahulu mengantisipasi langkah MSCI tersebut.

Di sisi lain, pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menjadi penahan tekanan pasar. OJK menyebut tidak seluruh saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index disebabkan oleh penurunan kinerja maupun melemahnya kapitalisasi pasar.

Sebagian saham justru dinilai mengalami peningkatan kapitalisasi pasar sehingga layak masuk ke kelompok indeks yang lebih tinggi. Namun, perpindahan tersebut masih tertahan akibat kebijakan pembekuan sementara (freeze) dari MSCI.

Maka, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)