Otoritas Malaysia menyelamatkan 23 orang dari kapal migran asal Indonesia yang tenggelam di perairan Pulau Pangkor. (Anadolu Agency)
Malaysia Hentikan Operasi SAR Kapal Migran Indonesia di Pulau Pangkor
Dimas Chairullah • 17 May 2026 14:49
Perak: Otoritas Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban insiden kapal tenggelam di perairan lepas Pulau Pangkor yang membawa rombongan migran warga negara Indonesia (WNI).
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak menyatakan operasi gabungan ditutup pada Sabtu kemarin setelah hampir sepekan pencarian tidak menemukan korban baru di area pencarian.
“Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyebut jumlah korban mencapai 37 orang, namun angka tersebut diyakini tidak akurat,” demikian pernyataan resmi MMEA, seperti dikutip Anadolu, Minggu, 17 Mei 2026.
Kecelakaan laut itu terjadi pada 11 Mei lalu ketika sebuah perahu kayu yang mengangkut puluhan penumpang tanpa dokumen resmi terbalik di perairan sekitar 8,2 mil laut dari Pulau Pangkor.
Perahu tersebut diduga sedang menuju titik pendaratan ilegal di daratan Malaysia. Berdasarkan data terakhir, sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara 23 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
MMEA menyebut korban tewas terdiri dari sembilan pria dan tujuh perempuan. Seluruh jenazah telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi dan pemeriksaan post-mortem.
Operasi SAR melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, serta bantuan nelayan lokal.
Pihak berwenang Malaysia menyebut sindikat penyelundupan manusia masih aktif memanfaatkan jalur laut tidak resmi yang kerap memicu kecelakaan mematikan.
Sebelumnya pada November tahun lalu, sebanyak 36 migran juga dilaporkan tewas setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di dekat perbatasan Thailand-Malaysia.
Baca juga: Kemlu Pantau Penanganan Kecelakaan Kapal yang Mengangkut WNI di Perak Malaysia