Pesawat Pengangkut BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya

Pesawat pengangkut BBM yang tergelincir di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Selasa (15/9/2026). ANTARA/HO-Istimewa

Pesawat Pengangkut BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya

Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 18:48

Nabire: Polisi mengamankan lokasi pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik maskapai Aman Air yang tergelincir di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Plt Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung mengatakan pilot pesawat dalam kondisi selamat. Aparat juga telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

"Infonya tergelincir dan tidak ada korban," ujar Hendry di Nabire, seperti dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-WNU tersebut masih berada di lokasi dan dilaporkan mengalami sejumlah kerusakan. Kondisi itu membuat aparat bersama pihak terkait berkoordinasi dengan AirNav dan pengelola bandara untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Mulia.

Operasional bandara akan kembali dibuka setelah pemeriksaan dan investigasi dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Pesawat masih di lokasi menunggu KNKT melakukan investigasi," katanya.
 


Kepolisian memastikan pengamanan di lokasi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung proses investigasi guna mengetahui penyebab insiden.

Berdasarkan laporan awal, pesawat tersebut membawa 3.700 liter BBM jenis diesel. Pesawat mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan sekitar pukul 11.22 WIT hingga keluar dari sisi kanan landasan pacu.

Saat mendarat, pesawat dilaporkan bergerak ke arah kanan sebelum keluar dari landasan. Pesawat kemudian menabrak pagar pembatas Bandara Mulia.

Personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) bersama tim pertolongan dan keselamatan bandara segera mengamankan pilot serta area sekitar setelah pesawat keluar dari landasan.

Petugas juga memasang pengamanan di sekitar pesawat untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi kejadian. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan kondisi landasan tetap aman.

Selain mengamankan lokasi, petugas melakukan upaya antisipasi terhadap potensi kebakaran. Langkah itu dilakukan setelah bahan bakar dari pesawat dilaporkan menetes pascakejadian.

(Whisnu M)