Ilustrasi-Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 900 meter di atas puncak pada Sabtu malam, 12 September 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi Disertai Dentuman, Berdurasi 128 Detik
Lukman Diah Sari • 17 September 2026 00:51
Lumajang: Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali mengalami erupsi pada Rabu malam, 16 September 2026. Letusan itu disertai suara dentuman.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB. Visual letusan tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, dalam laporan tertulis di Lumajang, Jawa Timur, melansir Antara, Kamis dini hari, 17 September 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya suara gemuruh yang menyertai erupsi tersebut. Kendati demikian, ia memastikan situasi sejauh ini masih aman.
"Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut," ujarnya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Senin, 14 September 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Isnugroho menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga). Sejumlah rekomendasi ketat pun dikeluarkan bagi masyarakat, di antaranya:
-
Dilarang beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
-
Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
-
Dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
-
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.