Pertamina mempercepat produksi migas guna mendukung kemandirian energi nasional. Foto: dok Pertamina.
Pertamina Pecut Produksi Migas demi Perkuat Ketahanan Energi
Husen Miftahudin • 18 September 2026 09:03
Jakarta: PT Pertamina (Persero) terus mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target pemerintah mencapai produksi minyak satu juta barel per hari.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan migas masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, termasuk di tengah proses transisi menuju energi rendah karbon. Menurut dia, peningkatan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi serta pengembangan sumber daya baru menjadi salah satu fokus Pertamina.
"Kami menyadari betul kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat," ujar Oki dalam Simposium IATMI ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2026.
Pertamina pun menjalankan sejumlah strategi untuk meningkatkan produksi migas. Langkah tersebut mencakup pengeboran pengembangan, pemeliharaan dan optimalisasi sumur, peningkatan produktivitas lapangan eksisting, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Selain mengoptimalkan lapangan yang telah berproduksi, Pertamina mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya baru. Pengembangan mencakup cadangan konvensional dan nonkonvensional untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.
Sejumlah wilayah kerja strategis yang dikelola Pertamina menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi tersebut. Pengelolaan dilakukan secara bertahap, mulai dari Offshore North West Java (ONWJ) sejak 2009, West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, hingga Blok Rokan pada 2021.

(Kilang migas Pertamina. Foto: dok Pertamina)
Blok Rokan jadi salah satu fokus
Pertamina juga mengoptimalkan potensi Blok Rokan yang memiliki sejarah panjang dalam produksi migas. Wilayah kerja tersebut secara historis telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak.
Oki mengatakan Pertamina masih melihat potensi pengembangan produksi dari Blok Rokan. Optimalisasi dilakukan melalui sejumlah langkah untuk meningkatkan produktivitas lapangan.
Upaya tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan lapangan minyak berat, pemenuhan kebutuhan listrik, penerapan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah, serta pengembangan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak.
Pertamina menargetkan produksi Blok Rokan meningkat melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Perusahaan juga mendorong percepatan investasi dan kegiatan operasional untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah kerja tersebut.
"Kami menargetkan produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi," tutup Oki.