Dinamika Singkat Peron Stasiun Tebet Ketika KRL Tiba

Peron Stasiun Tebet, Jakarta Selatan jadi saksi bisu dinamisnya pergerakan penumpang KRL. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin

Dinamika Singkat Peron Stasiun Tebet Ketika KRL Tiba

Metro TV • 19 September 2026 09:10

Jakarta: Suasana peron Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, berubah setiap kali Semboyan 35 terdengar dari kejauhan. Bunyi klakson panjang itu menandakan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) segera tiba.

Penumpang yang semula menunggu mulai siaga, sementara lorong peron bersiap menyambut gelombang pergerakan manusia. Begitu si ular besi berhenti sempurna, para calon penumpang dengan tertib memberi ruang bagi penumpang dari dalam gerbong untuk turun terlebih dahulu.

Ismail, salah seorang penumpang, mengatakan dirinya sudah sangat terbiasa dengan ritme cepat tersebut. Bagi dia, memberi jalan kepada penumpang yang hendak turun adalah kunci utama agar alur pergerakan di peron tetap tertib dan aman.

“Kalau kereta sudah datang, biasanya tunggu yang turun dulu. Setelah itu baru masuk supaya tidak berdesakan,” kata Ismail kepada Metrotvnews.com, Jumat, 18 September 2026.

Ia menuturkan betapa dinamisnya suasana peron di Stasiun Tebet yang bisa berubah drastis hanya dalam hitungan detik. Perubahan suasana tersebut terjadi begitu cepat seiring kedatangan dan keberangkatan kereta.

“Sebelumnya masih menunggu, begitu kereta datang langsung ramai. Setelah kereta berangkat, peronnya kembali lebih sepi,” kata Ismail.

Hal senada dirasakan oleh Riza, penumpang lainnya. Mengingat tingginya mobilitas pada jam-jam sibuk, ia selalu memasang kewaspadaan tinggi agar tidak tertinggal kereta maupun kehabisan tempat duduk.

“Kalau kereta datang memang biasanya langsung ramai. Jadi harus cepat bersiap agar dapat tempat duduk juga,” kata Riza.


Langkah sigap para komuter menyiasati padatnya rutinitas harian. Foto: Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Dinamika turun-naik penumpang ini terus berulang sepanjang hari di Stasiun Tebet. Pergantian penumpang tersebut terus berlangsung seiring kedatangan dan keberangkatan rangkaian KRL.

Peron itu pun menjadi saksi bisu riuh rendah pergerakan ratusan komuter sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing. Dia seolah tak pernah lelah melayani mobilitas masyarakat pengguna transportasi kereta api.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Gabriella Thesa Widiari)