Dua Aktivis Global Sumud Flotilla Asal Korsel Berhasil Pulang usai Ditahan Israel

Global Sumud Flotilla mencoba menembus blokade Israel menuju Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Dua Aktivis Global Sumud Flotilla Asal Korsel Berhasil Pulang usai Ditahan Israel

Muhammad Reyhansyah • 23 May 2026 18:42

Seoul: Dua aktivis asal Korea Selatan kembali ke negaranya pada Jumat, 22 Mei 2026 setelah dibebaskan Israel menyusul penyitaan armada bantuan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Menurut laporan The Korea Herald yang dikutip Anadolu, Kim Ah-hyun dan Kim Dong-hyeon termasuk di antara hampir 430 aktivis internasional yang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di tengah blokade Israel.

Para aktivis berasal dari sejumlah negara, termasuk Spanyol, Irlandia, Turki, Prancis, dan Indonesia.

Kim Ah-hyun berada di kapal Lina Al Nabulsi yang dicegat Israel pada Selasa, sementara Kim Dong-hyeon berada di kapal Kyriakos X yang disita sehari sebelumnya.

Keduanya dibebaskan pada Kamis dari pusat penahanan di Israel selatan sebelum kembali ke Korea Selatan.

Saat tiba di Seoul, Kim Ah-hyun menuduh pasukan Israel melakukan “penculikan ilegal” dan kekerasan terhadap para aktivis selama operasi penyitaan kapal. Ia mengaku mengalami cedera pada telinga kiri setelah dipukul personel Israel dan kini mengalami gangguan pendengaran.

Meski demikian, Kim mengatakan dirinya tetap akan mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza di masa mendatang.

Presiden Korsel Kritik Israel

Insiden tersebut memicu perdebatan politik di Korea Selatan setelah Presiden Lee Jae Myung secara terbuka mengecam tindakan Israel dan mempertanyakan legalitasnya menurut hukum internasional.

Dalam rapat kabinet pada Rabu, Lee meminta pejabat pemerintah mempertimbangkan kemungkinan penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait penyitaan armada bantuan yang membawa warga Korea Selatan.

Lee juga menyinggung proses hukum terhadap Netanyahu di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menyebut sejumlah negara Eropa telah mengambil langkah hukum serupa.

“Ada norma-norma internasional minimum, dan Israel melanggar semuanya,” kata Lee, dikutip media lokal.

Ia juga mempertanyakan kewenangan hukum Israel dalam menyita kapal yang beroperasi di luar wilayah perairannya serta meminta pejabat memeriksa apakah armada tersebut melintasi batas maritim internasional.

Baca juga: Kesaksian Jurnalis Metro TV di Global Sumud Flotilla 2.0, Bantah Klaim Israel Tidak Ada Bantuan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)