Personel BPBD Prov. Jatim dan TRC PB BPBD Kota Pasuruan melakukan distribusi logistik di Kelurahan Karangketug, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan, Prov. Jawa Timur, pada pada Rabu (20/5). sumber foto : BPBD Prov. Jawa Timur
BNPB: Banjir di Pasuruan Berdampak pada 1.102 Jiwa
Lukman Diah Sari • 21 May 2026 18:25
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana banjir melanda Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa, 19 Mei 2026. Peristiwa ini menyebabkan 1.102 jiwa dari 327 KK terdampak.
"Banjir terjadi akibat hujan deras dan meluapnya aliran sungai di beberapa wilayah," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Kamis, 21 Mei 2026.
Baca Juga :
Warga Terdampak Banjir Pasuruan Belum Mengungsi
"BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan asesmen serta penanganan darurat di lokasi kejadian. Kondisi mutakhir dilaporkan berangsur surut," ungkap dia.
Semetara itu, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi mengalami kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Personel BPBD Prov. Jatim dan TRC PB BPBD Kota Pasuruan melakukan distribusi logistik di Kelurahan Karangketug, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan, Prov. Jawa Timur, pada pada Rabu (20/5). sumber foto : BPBD Prov. Jawa Timur
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.