Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik, Satu Orang Tewas

Ukraina hadapi ancaman serangan dari Rusia. Foto: Guardian

Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik, Satu Orang Tewas

Muhammad Reyhansyah • 30 July 2026 10:23

Kyiv: Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke ibu kota Ukraina, Kyiv, serta sejumlah kota lainnya pada Kamis dini hari, 30 Juli 2026.

Serangan dilakukan beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan kemungkinan terjadinya "serangan besar" dari Moskow.

Administrasi Militer Kota Kyiv menyatakan sedikitnya satu orang tewas akibat serangan tersebut.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Dnipro dan Kryvyi Rih juga menjadi sasaran serangan. Selain rudal balistik ke Kyiv, Rusia disebut meluncurkan beberapa gelombang rudal jelajah dari pesawat pengebom strategis.

Angkatan Udara Ukraina juga mendeteksi peluncuran rudal jelajah dari wilayah Novorossiysk di selatan Rusia.

Setelah gelombang pertama serangan, Angkatan Udara Ukraina memperingatkan adanya "lebih banyak rudal balistik" yang mengarah ke Kyiv.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan ancaman serangan lanjutan masih ada dan meminta warga tetap berlindung.

"Ancaman serangan lebih lanjut masih ada," kata Klitschko, dikutip dari CNN.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah keluarga berlindung di stasiun kereta bawah tanah Kyiv. Sementara itu, Polandia mengerahkan jet tempur untuk melindungi wilayah udaranya, menurut laporan Reuters.

Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Zelensky mengatakan telah menerima laporan dari Angkatan Udara Ukraina bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan berskala besar.

"Ada kemungkinan besar serangan itu akan dilakukan malam ini," kata Zelensky.

Sehari sebelumnya, Zelensky bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih dan meminta tambahan sistem pertahanan udara untuk membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.

(Fajar Nugraha)