Pasukan Pendukung Cepat (RSF) siapkan penyerangan ke El Obeid di Kordofan Utara, Sudan. Foto: Viory
Pasukan RSF Klaim Siapkan Pasukan untuk Rebut Kota El Obeid dari Militer Sudan
Fajar Nugraha • 4 August 2026 09:12
Kordofan: Pasukan Pendukung Cepat (RSF) mengklaim bahwa mereka mengerahkan lima brigade untuk 'membebaskan kota El Obeid' di Kordofan Utara, Sudan.
Pada Senin 3 Agustus 2026, RSF menerbitkan rekaman melalui Telegram yang menunjukkan pengerahan kendaraan dan personelnya,
Waktu dan lokasi pasti dari rekaman yang diterbitkan oleh RSF tidak dapat diverifikasi secara independen.
"Kami siap, dan berada di garis depan Divisi Infanteri Kelima, dan insya Allah, kami akan maju dalam beberapa jam mendatang, dan Anda akan menemukan kami di garis depan,” ujar seorang komandan RSF, seperti Viory, Selasa 4 Agustus 2026.
"Kami akan memberi pelajaran kepada sisa-sisa dan gerakan tentara bayaran yang mengikuti pemerintah teroris dan pemerintah Port Sudan," tambahnya.
Anggota RSF lainnya menyatakan bahwa pasukan kelompok tersebut di kota El Fasher, yang terdiri dari lima brigade, siap untuk "mengusir musuh di semua lini" dan "membebaskan kota El Obeid."
Sudan terbagi antara pemerintahan yang bersaing. Pemerintahan yang bersekutu dengan militer menguasai Khartoum dan sebagian besar wilayah utara, timur, dan tengah Sudan, sementara RSF dan sekutunya menguasai sebagian besar Darfur dan sebagian Kordofan.
Pemerintahan Perdamaian dan Persatuan yang didukung RSF adalah pemerintahan paralel yang dibentuk oleh aliansi Tasis dan belum menerima pengakuan internasional yang luas.
Sejak pertempuran pecah antara tentara Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF) pada April 2023, konflik tersebut telah mengakibatkan kematian dan luka-luka puluhan ribu orang, sementara sekitar 12 juta orang mengungsi dan lebih dari 25,6 juta warga Sudan menderita krisis pangan yang parah, menurut statistik PBB.
Pada Maret 2025, tentara Sudan mengumumkan penguasaannya atas ibu kota, Khartoum, sementara Pasukan Pendukung Cepat (RSF) mengkonfirmasi bahwa mereka telah "memposisikan ulang pasukan mereka".