BMKG Ramal Cuaca Besok, Potensi Hujan dan Angin Kencang pada 6 Agustus

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

BMKG Ramal Cuaca Besok, Potensi Hujan dan Angin Kencang pada 6 Agustus

Fachri Audhia Hafiez • 5 August 2026 11:55

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan cuaca cerah berawan hingga hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di beberapa wilayah di tengah menguatnya ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan," tulis BMKG dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
 


BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 4–7 Agustus 2026, termasuk untuk Kamis, 6 Agustus 2026. Wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, potensi angin kencang diprakirakan melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Lalu, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua Selatan.

BMKG juga menyoroti berlanjutnya kondisi kering di berbagai daerah akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang semakin panjang. Hasil monitoring HTH Dasarian III Juli 2026 menunjukkan 1.657 titik pengamatan mengalami HTH Sangat Panjang (31–60 hari) dan 306 titik mengalami HTH Ekstrem Panjang (lebih dari 60 hari). 

HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Kondisi ini berpotensi terjadi hingga 90 hari.


Logo BMKG. Foto: Dok. BMKG.

Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena El Niño kuat dengan indeks Niño 3.4 sebesar +2,45 dan SOI -29,2, serta kecenderungan menuju fase IOD Positif (+0,44). Kombinasi fenomena atmosfer global ini berkontribusi menekan pembentukan awan hujan, sehingga sekitar 92,59% wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian I Agustus 2026.

Ancaman karhutla kian nyata setelah ditemukannya sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Asap dari Kalimantan Barat bahkan berpotensi melintas ke Sarawak, Malaysia.

(Fachri Audhia Hafiez)