Tujuh Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsi Al Shati

Gaza terus dibombardir serangan udara Israel. Foto: Anadolu

Tujuh Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsi Al Shati

Fajar Nugraha • 30 July 2026 20:10

Gaza: Tujuh warga Palestina terluka setelah pesawat tempur Israel menggempur sebuah bangunan tempat tinggal di Kamp Pengungsi Al Shati, sebelah barat Kota Gaza, pada Rabu malam, 29 Juli 2026.

Serangan terjadi di tengah dugaan pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.

Sumber medis di Rumah Sakit Al Shifa menyatakan ketujuh korban mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Menurut saksi mata, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan terhadap bangunan bertingkat di bagian selatan kamp setelah penghuni menerima peringatan untuk mengungsi.

Dilansir dari Anadolu, Kamis 30 Juli 2026, salah seorang penghuni menerima panggilan telepon dari intelijen Israel yang memerintahkan seluruh penghuni segera meninggalkan gedung.

Peringatan itu memicu kepanikan sehingga banyak keluarga bergegas menyelamatkan diri sebelum serangan terjadi.

Serangan tersebut menghancurkan seluruh bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat operasi militer Israel. Puluhan rumah dan bangunan di sekitarnya juga mengalami kerusakan parah, sementara kebakaran yang muncul setelah serangan berhasil dipadamkan oleh tim pertahanan sipil.

Sebelumnya pada Rabu, tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan sedikitnya 20 orang terluka akibat serangan drone serta tembakan Israel di Kota Gaza dan Khan Younis. Menurut otoritas Palestina, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.209 warga Palestina dan melukai 3.943 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Otoritas Palestina juga menyebut operasi militer Israel yang berlangsung sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan hancur akibat perang tersebut.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)