PAM Bandarmasih gencar melakukan monitoring intrusi air laut, di titik pengambilan air baku, Banjarmasin, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PAM Bandarmasih
PAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Air Bersih Aman saat Kemarau
Silvana Febiari • 30 July 2026 15:46
Banjarmasin: PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, Kalimantan Selatan, mengintensifkan pemantauan kadar garam di sumber air selama musim kemarau guna menjaga kualitas dan pasokan air bersih bagi pelanggan. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya air laut ke aliran sungai saat debit air menurun.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih Irwan Firmana mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi sumber air baku masih berada dalam kategori aman. Kadar garam masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan.
"Untuk kadar garamnya masih aman. Terakhir siang tadi saat air sedang pasang di Intake Sungai Bilu kadar garamnya 5,3 ppm," ujar Irwan, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.
Hasil tersebut masih jauh di bawah batas maksimal kadar garam sebesar 250 ppm sebagaimana mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan. "Dan itu masih jauh di bawah batas maksimalnya yaitu 250 ppm sesuai dengan ketentuan Permenkes," ungkap Irwan.
Menurut Irwan, PAM Bandarmasih telah menyiapkan skenario mitigasi apabila kadar garam meningkat. Peningkatan kadar garam tersebut dapat terjadi akibat masuknya air laut ke aliran sungai yang lazim terjadi saat musim kemarau.
"Apabila peningkatan kadar garam terjadi, maka kita akan mengambil sumber air baku IPA II, kemudian dicampur dengan sumber air baku yang ada di IPA I," ujarnya.

PAM Bandarmasih gencar melakukan monitoring intrusi air laut, di titik pengambilan air baku, Banjarmasin, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PAM Bandarmasih
Selain itu, pencampuran sumber air baku tersebut bertujuan menjaga mutu air hasil produksi agar tetap memenuhi standar kualitas sebelum disalurkan kepada pelanggan. "Sehingga kualitas produksi air yang dihasilkan tetap bisa atau layak dikonsumsi oleh pelanggan," tambahnyanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, puncak intrusi air laut diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober mendatang. Periode tersebut menjadi fokus pengawasan karena berpotensi meningkatkan kadar garam pada sumber air baku.
Meski demikian, PAM Bandarmasih memastikan kesiapan sistem produksi dan distribusi air bersih tetap terjaga melalui pemantauan rutin serta penerapan langkah mitigasi yang telah disiapkan sejak awal musim kemarau.
Irwan menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan air bersih. Perusahaan akan terus mengawasi kondisi sumber air baku dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan.
"Jadi untuk pelanggan tidak perlu khawatir akan ketersediaan air, dan akan tetap berjalan seperti biasanya," ucapnya.