BPBD Catat 272 Bencana Alam Landa Sumut Sejak Awal 2026

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). Sumber: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.

BPBD Catat 272 Bencana Alam Landa Sumut Sejak Awal 2026

Lukman Diah Sari • 4 August 2026 18:45

Medan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara mencatat sebanyak 272 bencana alam terjadi di provinsi itu selama periode Januari hingga Juli 2026. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bencana tersebut terjadi di 33 kabupaten/kota di wilayah itu.

"Berdasarkan catatan sebanyak 272 bencana terjadi di Sumut sejak Januari hingga Juli 2026," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa, 4 Agustus 2026, melansir Antara.


Ia mengatakan berdasarkan catatan, bencana cuaca ekstrem merupakan  yang paling tinggi terjadi dengan mencatatkan 95 bencana, lalu disusul bencana tanah longsor sebanyak 75 kejadian. Selain itu, kata dia, bencana banjir menempati posisi ketiga tertinggi bencana terjadi di wilayah itu yang mencatatkan 67 kejadian.

"Kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 32 kejadian, kekeringan dua kejadian, dan bencana nonalam satu kejadian," kata dia.

Dari angka tersebut, BPBD Sumut mencatat Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah paling banyak terlanda yakni 30 kejadian, disusul Kabupaten Dairi 19 kejadian, Kabupaten Tapanuli Tengah 17 kejadian, dan Kabupaten Mandailing Natal 16 kejadian.


Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (3/8/2026). Sumber: BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah.

Lalu, Kota Gunungsitoli 15 kejadian, Kabupaten Langkat 14 kejadian, Kabupaten Tapanuli Utara 12 kejadian, dan Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Sibolga masing-masing 11 kejadian.

Berikutnya, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Simalungun 10 kejadian, Kota Medan sembilan kejadian dan Padang Lawas Utara sembilan kejadian, Kota Binjai - Kabupaten Nias Selatan tujuh kejadian.

"Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kota Pematangsiantar masing-masing enam kejadian, Kabupaten Batubara dan Kabupaten Serdang Bedagai juga masing-masing tercatat lima kejadian," sebut dia.

Selanjutnya, Kota Tanjungbalai tercatat empat kejadian, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Selatan masing-masing tiga kejadian, Kabupaten Nias Utara dua kejadian, dan Kabupaten Nias Barat dan Kota Tebing Tinggi satu kejadian.

(Lukman Diah Sari)